HALO KENDAL – Sebanyak 1.958 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal, mengikuti sosialisasi jelang pelaksanaan Massive Open Online Course (MOOC) atau orientasi di Gedung Abdi Praja Setda Kendal dan melalui daring, Selasa (25/10/2022).
Dalam pelatihan ini PPPK akan diberikan materi-materi pelatihan yang meliputi beberapa aspek di antaranya wawasan kebangsaan, analisis isu kontemporer dan masih banyak lagi modul-modul yang terdapat dalam sistem MOOC.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kendal, Wahyu Hidayat menjelaskan, kegiatan diikuti tenaga PPPK dari bidang pendidikan (guru), tenaga kesehatan dan tenaga lain, termasuk di bidang pertanian.
Dijelaskan, kegiatan ini dalam rangka persiapan pelaksanaan orientasi kepada P3K, seperti yang juga dilakukan oleh calon aparatur sipil negara (CASN) dengan kegiatan yang disebut Ditlatsar.
“Jadi teknisnya seperti apa, kemudian apa saja yang dipersiapkan. Baik secara langsung maupun daring. Karena pesertanya cukup banyak,” jelas Wahyu.
Dirinya juga menyebut, ada perbedaan antara tenaga PPPK dengan tenaga non ASN. Untuk kegiatan orientasi ini yang mengikuti adalah tenaga PPPK.
“Kalau untuk tenaga non ASN, kemarin baru dilakukan pendataan oleh BKN. Hal ini dilakukan untuk pendataan. Bukan untuk pengangkatan menjadi ASN. Jadi berapa jumlah tenaga non ASN di Kabupaten Kendal, sebagai dasar untuk mengambil kebijakan. Saat ini ada 2.700 tenaga non ASN di Kabupaten Kendal,” beber Wahyu.
Dirinya mengaku belum tahu, bagaimana nasib tenaga non ASN tersebut. Karena menurut Wahyu kebijakan kepegawaian berada di pusat.
“Jadi semua yang menyangkut kepegawaian diatur oleh pusat. Sehingga apapun keputusannya, kita mengikuti dari pusat. Seperti sistem penggajiannya. Yang sudah masuk di data itu diatur menggunakan APBN atau APBD. Dengan masa kerja minimal satu tahun,” ungkap Wahyu.
Sementara, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Karir Pegawai pada BKPP Kendal, Dina Arsita Widiarti menjelaskan tujuan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman yang tepat pada masa orientasi sehingga dapat mendorong para peserta untuk mengikuti masa orientasi dengan sebaik-baiknya.
“Maksud dan tujuan kegiatan ini adala untuk memberikan informasi dan pemahaman terkait orientasi. Sehingga para peserta bisa mengikuti masa orientasi dengan sebaik baiknya. Sehingga akan berdampak peningkatan kinerja pada PPPK,” ujarnya. (HS-06)