in

Hadiri Dialog Kepemudaan di Kendal, Ini yang Disampaikan Sujiwo Tejo Kepada Generasi Muda

Budayawan Sujiwo Tejo dalam acara Dialog Kepemudaan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Selasa (25/10/2022)

HALO KENDAL – Dialog Kepemudaan yang digelar Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kendal, digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Selasa (25/10/2022).

Dalam dialog yang bertema “Urgensi Budaya sebagai Penguat Karakter Bangsa”, menghadirkan narasumber Budayawan Indonesia, Sujiwo Tejo, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dan Anggota DPR RI, Alamudin Dimyati Rois dan Ketua KNPI Kendal, Gus Parno.

Sujiwo Tejo menekankan kepada generasi muda, bahwa jika menguasai ilmu kebudayaan secara serius, maka tidak akan bisa digantikan.

“Oleh karena itu penting untuk mahasiswa belajar, membaurkan diri bersama masyarakat, dan mengaplikasikannya secara langsung untuk bantu masyarakat. Sangat sulit bagi mahasiswa jika hanya belajar melalui materi dan teori saja,” tandasnya.

Sujiwo Tejo menambahkan, keilmuan bisa semakin maju bila diikuti dengan teknologi yang memadai. Namun akan lebih hakiki bila diiringi dengan integritas bangsa dan juga keilmuan nusantara.

Itu berbeda jika setiap manusia memiliki integrasi dan budaya yang sangat kuat. Kedua hal ini tak akan pernah bisa tergantikan apabila ditanamkan dengan serius kepada setiap generasi muda.

“Kebudayaan bukan hanya sebuah seni saja. Namun kebudayaan merupakan suatu hal yang muncul melalui pola pikir manusia. Karena nada bisa mempengaruhi pola pikir. Sedangkan alam bisa terjadi karena sebuah perilaku yang reflek untuk dilakukan,” ungkap Sujiwo Tejo.

Budayawan yang juga dikenal sebagai Presiden Republik Jancukers tersebut hadir dengan tampilannya yang khas, dengan tampil inspiratif di tengah hadapan para generasi muda Kendal

Ia bersama paduan suara dan biduan, melantunkan beberapa tembang yang penuh makna. Dalam melantunkan lagu, Sujiwo Tejo juga memasukkan pemahaman konteks budaya dalam memelihara budaya dan integrasi nusantara.

Sementara itu, Anggota DPR RI, Alamudin Dimyati Rois menegaskan, dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda jangan sampai mencampur adukan antara politik, ekonomi dan budaya.

“Kalau kita menjawab terkit politik ya jawab dengan politik, kalau soal ekonomi ya jawab pengetahuan ekonomi, kemudian persoalan budaya, ya jawab sesuai budaya. Jangan dijawab yang tidak sesuai. Karena pemahaman dari generasi muda bisa beda nantinya,” kata Gus Alam, sapaan akrabnya.

Sedangkan Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki berharap, adanya kolaborasi antara generasi muda dan pemerintah daerah serta masyarakat. Menurutnya, ini bisa digagas untuk melahirkan pemuda yang berkarakter inovatif kreatif dan produktif.

Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut juga mengapresiasi diadakannya Dialog Kepemudaan oleh KNPI Kendal. Harapannya ke depan kegiatan seperti ini bisa diagendakan setiap tahunnya.

“Atas nama pemerintah daerah, saya mengapresiasi dan siap untuk mensupport kegiatan seperti ini. Karena dialog ini merupakan aksi strategis untuk dapat menjawab tantangan pemuda ke depan,” imbuh Pakde Bas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab, yang diajukan oleh para pelajar, mahasiswa dan dari perwakilan organisasi kemasyarakatan, dengan materi terkait budaya, ekonomi dan politiik. (HS-06)

Polda Jateng Musnahkan Ribuan Kilogram Bibit Jagung Palsu

1.958 PPPK di Kendal akan Mengikuti Orientasi MOOC 2022