HALO PEKALONGAN – Banyak pengendara memilih jalan tol, ketika menempuh perjalanan jauh, dengan harapan bisa segera sampai ke tujuan. Namun berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan tol pada saat hujan, malah tidak disarankan karena justru dapat mempercepat menuju kuburan.
Hal itu lantaran pada saat hujan, jalan tergenang sehingga berisiko terjadi aquaplaning atau hydroplaning, yang dapat membuat lanju kendaraan tak terkendali, hingga akhirnya mengakibatkan kecelakaan.
Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Munawwarah SH SIK MH, seperti dirilis Humas.polri.go.id, mengatakan peristiwa kecelakaan yang diduga akibat aquaplaning, beberapa waktu terjadi pada Toyota Fortuner B 4XX AFA, yang dikemudikan SA (41) warga Bekasi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kecelakaan di Jalan Tol Pemalang-Batang, jalur A KM 323 Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan itu, diduga terjadi karena pengemudi Fortuner tidak bisa menguasai laju kendaraannya.
Saat itu kendaraan tersebut melewati jalan yang tergenang air, sehingga oleng ke kanan dan menabrak pembatas jalan. Akibat peristiwa itu seorang penumpang mengalami luka ringan dan dirawat di Puskesmas Sokorejo Kota Pekalongan.
Berguru pada pengalaman tersebut, AKP Munawwarah meminta kepada pengendara, untuk tidak menyepelekan genangan air di jalan. Dia menyarankan agar ketika melalui genangan air di jalan, laju kendaraan diperlambat, agar tidak terjadi aquaplaning.
Aquaplaning atau hydroplaning, adalah kondisi ban mobil yang tidak benar-benar menyentuh permukaan jalan, karena tidak mampu menepis genangan air. Dan hal ini merupakan salah satu dari banyak risiko kendaraan pada saat musim hujan.
Banyak kasus kecelakaan akibat Aquaplaning terjadi di jalan tol. Hal itu karena pada saat melalui jalan tol, pengemudi biasanya melaju dalam kecepatan tinggi. Karen itu dia meminta agar para pengendara tetap mematuhi aturan batas kecepatan kendaraan yang sudah ditentukan, dan rambu-rambu lalu lintas selama berkendara. (HS-08)