in

Gelar Lokakarya RISE 2026, Upaya Perkuat Sinergi Lintas Sektor Kendal

Lokakarya RISE 2026 tentang Pengasuhan dan Stimulasi Dini, yang digelar di ruang Ngesti Widhi Setda Kendal, Rabu (24/6/2026).

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal menyelenggarakan Lokakarya Regional Bureaucracy Initiative for Skills and Excellence (RISE) tentang Pengasuhan dan Stimulasi Dini, yang digelar di ruang Ngesti Widhi Setda Kendal, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan lokakarya menjadi forum strategis penguatan komitmen dan kapasitas perangkat daerah, serta koordinasi lintas sektor dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini secara optimal di Kendal.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Tanoto Foundation dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga menekankan pentingnya penguatan agenda pengasuhan dan stimulasi dini sebagai investasi terbaik bagi masa depan daerah.

“Investasi terbaik bagi masa depan Kabupaten Kendal adalah memastikan setiap anak memperoleh awal kehidupan yang sehat, aman, penuh kasih sayang, dan kaya stimulasi. Pemerintah berkomitmen memperkuat agenda Pengasuhan dan Stimulasi Dini Anak melalui kebijakan, program, dan layanan yang terintegrasi lintas sektor,” kata Bupati.

Dirinya menegaskan, agenda pengasuhan dan stimulasi dini tidak menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang terintegrasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan lokakarya ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi memastikan setiap kebijakan dan program benar-benar berdampak bagi tumbuh kembang anak sejak usia dini.

“Dengan kerja sama yang kuat, perencanaan berbasis kebutuhan, penganggaran yang responsif, pelaksanaan program berkelanjutan, serta koordinasi efektif antar OPD dan mitra pembangunan, saya optimistis kita mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tandas Bupati.

Sementara itu, Regional Lead Tanoto Foundation, Anang Ainur Roziqin, menyampaikan terima kasih atas kemitraan yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Kendal sejak 2018 dan diperkuat melalui pembaruan kerja sama periode 2025–2030.

“Berbagai inisiatif telah dilaksanakan bersama, antara lain peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru, penguatan numerasi dasar kelas awal, penguatan kebijakan literasi numerasi melalui peraturan bupati, implementasi instrumen pemantauan sekolah, serta penyusunan Voluntary Local Review (VLR) khusus Kabupaten Kendal,” ungkapnya.

Anang menjelaskan, Lokakarya RISE merupakan inisiatif penguatan kapasitas birokrasi daerah dalam merancang kebijakan, perencanaan, dan penganggaran yang lebih terintegrasi untuk mendukung Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI).

“Selama dua hari pelaksanaan, tujuh perangkat daerah strategis—Bapperida, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PMD, Dinas Dukcapil, dan DP2KBP2PA—akan bersama-sama memetakan tantangan, modalitas daerah, serta menyusun langkah kolaboratif guna memperkuat pembangunan anak usia dini di Kabupaten Kendal,” jelasnya.

Anang juga menyebut, PAUD HI merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 yang menekankan pemenuhan kebutuhan esensial anak secara holistik dan terintegrasi melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa investasi pada anak usia dini memberikan manfaat ekonomi tertinggi, termasuk temuan peraih Nobel Ekonomi Profesor James Heckman yang menyatakan bahwa investasi berkualitas pada anak usia dini dapat menghasilkan tingkat pengembalian sekitar 13 persen per tahun sepanjang kehidupan anak.

“Dari sudut pandang anak, pemerintah harus hadir sebagai satu kesatuan. Keberhasilan pembangunan anak usia dini tidak ditentukan oleh banyaknya program masing-masing OPD, melainkan oleh seberapa baik seluruh OPD bergerak dalam satu arah pembangunan yang sama,” beber Anang.

Ia juga mengungkapkan berdasarkan data e-PPGBM April 2026, prevalensi stunting di Kabupaten Kendal masih berada pada angka 12,15 persen.

“Hal ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih optimal, terarah, dan terintegrasi agar setiap anak di Kabupaten Kendal tumbuh sehat, cerdas, dan siap belajar,” tandas Anang.

Melalui Lokakarya RISE 2026, diharapkan sinergi lintas sektor semakin kuat dan kebijakan yang dihasilkan kian berdampak nyata bagi pembangunan anak usia dini, sebagai fondasi pembangunan manusia dan masa depan Kabupaten Kendal.(HS)

Investor India Lirik Jateng, Siap Garap Produk Pertanian dan Energi Surya

Desa Wonosari Pegandon Mantabkan Posisi Sebagai Sentra Jagung di Kendal