in

Kampung Melayu Direvitalisasi, Dewan: Permukiman Terlihat Makin Bersih Bisa Jadi Daya Tarik Wisata

Suasana pembangunan jalan dan saluran program revitalisasi Kampung Melayu, di Kawasan Kotalama Semarang, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Proses revitalisasi Kampung Melayu di Kawasan Kota Lama Semarang yang saat ini dilaksanakan pemerintah pusat, ditanggapi positif oleh jajaran DPRD Kota Semarang. Dewan menilai adanya revitalisasi yang meliputi penataan infrastruktur baik jalan, saluran dan pembenahan lingkungan sekitar serta cagar budaya, akan menambah keindahan kawasan tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, Jumat (14/4/2022). Dikatakan Joko, pihak dewan sangat mensupport dengan adanya penataan di wilayah Kampung Melayu, Kawasan Kota Lama Semarang yang merupakan ikon wisata Kota Semarang. Sehingga bisa memperluas daerah sebagai penyangga kawasan Kota Lama Semarang, yang dikenal sebagai tempat bersejarah karena terdapat sejumlah bangunan cagar budaya.

“Karena Kampung Melayu banyak ditempati etnis Melayu, masih ada peninggalan cagar budaya yang bisa menjadi daya tarik wisata di sana. Tentunya revitalisasi ini bagian program pemerintah kota agar permukiman warga atau lingkungan sekitar tidak kumuh yang didukung dengan anggaran pusat, yakni berasal dari APBN,” jelas Joko.

Pelaksanaan tersebut tentunya diapresiasi oleh dewan. “Harapannya, bisa juga didampingi dengan anggaran dari APBD meski tidak semuanya,” tambah Politisi Gerindra ini.

Terkait masih sering terjadi genangan rob di wilayah Semarang Utara dan kawasan Kampung Melayu, menurut Joko, adalah fenomena alam yang tidak bisa dihindari. “Kita sebagai penyelenggara pemerintah harus antisipasi hal itu. Langkah yang kita lakukan tentunya berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menangani banjir dan rob,” katanya.

Sebab, lanjut dia, penanganan rob ini harus melibatkan kerja sama dalam hal ini pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pusat. “Diharapkan ada sinergitas dari ketiganya dan selain dibutuhkan memaksimalkan perencanaan yang bagus. Termasuk mendorong tanggul laut dibuat. Sehingga masalah rob dan banjir di semarang utara bisa segera diatasi,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan tentang kelancaran arus di aliran sungai wilayah Semarang bagian bawah. Seperti Kali Semarang dan Kali Banger, terutama yang berbatasan antara pertemuan air laut dan sungai, diharapkan diperhatikan karena air kerap melimpas.

“Baik dari sisi kebersihan, penguatan bendungan dan memaksimalkan pompa air yang ada. Sehingga penting dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang, dan kita juga punya tanggungjawab untuk mengawal masalah rob ini sampai bisa terselesaikan,” pungkasnya.

Salah satu warga Kecamatan Semarang Utara, Devi (42) mengatakan, dirinya berharap adanya penataan di Kampung Melayu ini bisa menyelesaikan masalah rob dan banjir yang kerap terjadi. Dirinya juga berharap, bangunan cagar budaya yang punya nilai sejarah yang penting, bisa diperbaiki. “Kalau bangunan kuno masih tetap berdiri dan terawat dengan baik, orang akan tertarik datang ke sini, buat Kota Semarang makin ramai. Yang paling utama lingkungan sekitar bisa jadi lebih bersih, rapi dan tertata, tidak terlihat kotor,” ujarnya.(Advetorial-HS)

Tantang Petarung Papan Atas

Tingkatkan Layanan Publik, Pemkab Pati targetkan Indeks SPBE Naik