in

Ini Dia Alasan Bahasa Indonesia Layak Jadi Bahasa Resmi ASEAN

 

HALO SEMARANG – Ajakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, pada seluruh komponen bangsa untuk membela bahasa Indonesia, mendapat sambutan sejumlah pihak, termasuk akademisi.

Ajakan Nadiem tersebut disampaikan sebagai respons rencana Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Sri Ismail Sabri bin Yaakob LL.B, untuk mengusulkan bahasa melayu menjadi bahasa kedua ASEAN.

“Saya sebagai Mendikbudristek, tentu menolak usulan tersebut. Namun karena ada keinginan negara sahabat kita mengajukan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN, tentu keinginan tersebut perlu dikaji dan dibahas lebih lanjut di tataran regional. Saya imbau seluruh masyarakat bahu membahu dengan pemerintah, untuk terus memberdayakan dan membela bahasa Indonesia,” kata Nadiem, seperti dirilis kemdikbud.go.id.

Bahasa Indonesia, menurut Nadiem lebih layak untuk menjadi bahasa resmi ASEAN, dengan mempertimbangkan keunggulan historis, hukum, dan linguistik.

Mendikbudristek kemudian menjelaskan bahwa di tingkat internasional, bahasa Indonesia telah menjadi bahasa terbesar di Asia Tenggara dan persebarannya telah mencakup 47 negara di seluruh dunia.

Senada dengan Nadiem, Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Dr Kundharu Saddhono SS MHum, berpendapat bahasa Indonesia jauh lebih layak dijadikan bahasa resmi ASEAN, karena lebih memenuhi syarat-syarat bahasa internasional.

“Memang kalau kita lihat kaitannya dengan syarat-syarat bahasa internasional, bahasa Indonesia jauh lebih unggul daripada bahasa Melayu,” kata Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Sabtu (16/4/22).

Ada tiga aspek bahasa Indonesia lebih layak untuk menjadi bahasa resmi ASEAN, yakni memiliki jumlah penutur lebih banyak, program BIPA lebih banyak, dan ada Badan Bahasa di bawah Kemendikbudristek.

Menurutnya, bahasa Indonesia memiliki jumlah penutur lebih banyak. Ada sekitar 270 juta penduduk Indonesia, yang menggunakan bahasa Indonesia. Pengguna bahasa Indonesia lebih banyak daripada bahasa Melayu. Bahasa Indonesia juga menjadi bahasa pemersatu seluruh rakyat Indonesia.

Indonesia memiliki program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), yang cukup banyak di luar negeri. Terdapat ratusan lembaga penyelenggara program BIPA.

Saat ini juga sudah banyak perguruan tinggi luar negeri, yang membuka prodi Bahasa Indonesia. Di UNS sendiri, banyak mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dikirimkan ke perguruan tinggi luar negeri untuk mengajarkan bahasa Indonesia.

“Di prodi, kita sudah memagangkan mahasiswa di luar negeri. Contohnya di Yale University yang merupakan top ten universitas di dunia. Kita sudah mengirimkan sepuluh mahasiswa untuk mengajar di sana. Kemudian ada juga di Thailand dan Turki,” jelas Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

“Jadi, kita mengirim mahasiswa untuk magang di berbagai perguruan tinggi di luar negeri untuk mengajarkan bahasa Indonesia dan merupakan salah satu gerakan untuk internasionalisasi bahasa Indonesia,” tambah Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Selain itu keberadaan badan bahasa di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), menjadi penguat citra bahasa Indonesia di mata publik. Hal ini juga sesuai amanat UU No 24 Tahun 2009.

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Dr Kundharu Saddhono SS MHum, juga menyebutkan bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa yang diupayakan menjadi bahasa internasional.

“Ketika bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional, orang-orang akan mempelajarinya. Indonesia akan menjadi pusat perhatian dan akan berdampak di berbagai aspek,” kata Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta itu, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id. (HS-08)

Ganjar dan Petani Blitar Panen Raya Padi Organik

Sektor Pertanian Yahukimo Memiliki Potensi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat