in

Bidik Pencari Menu Buka Puasa, Dapur Netizen Ubah Konsep Sediakan Makanan Rumahan Berkuah

Warung makan Dapur Netizen yang berlokasi di kantin Candilan Apartemen Siranda, Kota Semarang.

BULAN Suci Ramadan 1443 H ini, membawa berkah bagi para pengusaha kuliner di Kota Semarang. Pasalnya, mendekati waktu berbuka puasa, banyak warga yang berburu kuliner lezat guna memuaskan lidah setelah seharian menjalani ibadah puasa.

Bahkan untuk membidik konsumen baru khususnya para pencari menu buka puasa, banyak warung makan yang mengubah konsep menunya dengan menyajikan masakan-masakan khas rumahan yang berkuah. Seperti sayur bayam, lodeh, mangut, sayur asem dan lainnya.

Salah satunya warung makan Dapur Netizen yang berlokasi di kantin Candilan Apartemen Siranda Semarang. Dulu di warung makan ini menu-menunya kebanyakan fres food, seperti sup iga bakar, soto betawi, nasi goreng cumi hitam, ayam bakar rempah sambal lalapan, bakmi goreng spesial, dan tongseng kambing.

Namun, pada awal Ramadan tahun ini, Dapur Netizen menyajikan konsep menu makanan rumahan untuk menarik pengunjung. Menu yang disediakan kini seperti sayur bayam, lodeh, sawi putih bawang, sayur asem, tumis kangkung, telur balado, dan lainnya.

Sedangkan untuk lauknya, disediakan pula berbagai macam gorengan, seperti mendoan, tahu kemul goreng, bakwan sayur, jagung, tempe dan tahu goreng. Semua menu disesuaikan dengan konsep makanan rumahan.

Pemilik warung makan Dapur Netizen, Wati Wulandari mengatakan, konsep menu-menu makanan rumahan matengan atau siap santap, yang disajikan untuk menarik minat pembeli dari luar apartemen, maupun penghuni yang menginap di Apartemen Siranda, Kota Semarang. Khususnya mereka yang mencari menu makanan untuk buka puasa dan sahur.

“Sekarang, selain menu fres food, kami juga menambahkan menu-menu masakan rumahan, agar pembeli atau pelanggan itu tidak bosan dengan pilihan menu fres food selama ini. Maka dari itu, pertama awal Ramadan, kami mengganti dengan menu matengan, agar mereka tidak bosan. Khususnya makanan berkuah, karena banyak warga yang mencari makanan berkuah guna buka puasa,” kata Wati, Kamis (7/4/2022).

Selain itu, Wati juga menjelaskan alasan dirinya menambahkan menu matengan, agar saat melayani pelanggan yang sedang berpuasa, tidak ngantre lama.

“Dulu itu kalau pas Ramadan, terutama saat buka puasa dan sahur, banyak yang antre. Karena kalau menu fres food itukan harus dimasak dulu, jadi ngantre dan pelanggan jadi nunggu lama, padahal sudah keburu buka puasa. Sejak saya ganti dengan menu matengan, pelanggan jadi bisa terlayani dengan cepat,” jelasnya.

Meski Dapur Netizen yang sudah memiliki menu baru, Wati tetap akan mempertahankan menu lamanya. Pihaknya juga berharap dengan menu barunya tersebut, warungnya bisa ramai dan pengunjung bisa bertambah.

“Kami tidak akan mengganti menu lama, ini hanya tambahan menu tambahan saja, biar ada sensasi yang berbeda. Selain itu, saya juga berharap dengan menu baru, warung saya bisa semakin ramai,” tutupnya.

Sementara itu, Yesi Taria, salah satu pelanggan yang menginap di Candiland Apartemen mengaku sangat puas dengan menu yang disajikan Dapur Netizen.

“Sekarang juga banyak pilihannya, kalau dulu kan hanya ada menu fres food, sekarang sudah lengkap dan pelayanannya juga cepat,” ungkapnya.(HS)

Kecelakaan Maut Di Traffic Light Tlogosari, Satu Korban Meninggal Dunia

Terbitkan Surat Edaran, Bupati Demak Ajak Nglarisi Produk UMKM Demak Menjelang Lebaran