in

Ziarah ke Makam Para Pendahulu, UPGRIS: Letakkan Fondasi Kuat Bagi Kemajuan Kampus

Suasana ziarah ke makam pendiri dan mantan rektor dipimpin oleh Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, Selasa (7/7/2026).

HALO SEMARANG – Masih dalam rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis ke-45, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar ziarah ke makam para tokoh pendiri serta mantan rektor yang telah berjasa membangun dan mengembangkan kampus. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud penghormatan atas dedikasi para tokoh pendidikan yang telah meletakkan fondasi kuat bagi kemajuan UPGRIS.

Ziarah yang dipimpin oleh Rektor UPGRIS berlangsung pada Selasa (7/7/2026) dengan melibatkan seluruh jajaran pimpinan universitas, dekan, dosen, tenaga kependidikan hingga perwakilan mahasiswa.

Suasana penuh khidmat mewarnai kegiatan yang dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, kompleks pemakaman Bergota, dan kompleks makam Universitas Diponegoro (Undip) di Tembalang.

Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, SH., MH, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang universitas yang kini memasuki usia ke-45.

Menurutnya, ziarah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk mengenang sekaligus menghargai jasa para pendahulu yang telah mengabdikan hidupnya bagi dunia pendidikan.

“Melalui ziarah ini kami ingin mengenang, mendoakan, sekaligus memberikan penghormatan kepada para pendiri dan mantan rektor yang telah membangun pondasi kokoh bagi perkembangan UPGRIS hingga menjadi seperti sekarang,” ujarnya.

Di kompleks makam Undip Tembalang, rombongan melakukan doa bersama di makam Taruna SH STKIP, yang pernah memimpin kampus ketika masih bernama IKIP PGRI. Sosok tersebut dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan awal institusi pendidikan yang kini berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jawa Tengah.

Sementara di kompleks pemakaman Bergota, civitas akademika UPGRIS berziarah ke makam tiga mantan rektor, yakni Prof. Drs. Sugijono, M.Sc, Prof. Drs. Satmoko, dan Drs. Thomas Sabar Adiutomo. Ketiganya dikenal sebagai tokoh yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan akademik maupun kelembagaan universitas.

Sapto Budoyo menegaskan bahwa semangat perjuangan para pendahulu harus terus diwariskan kepada seluruh civitas akademika..Nilai pengabdian, integritas, serta dedikasi mereka diharapkan menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat inovasi, dan membawa UPGRIS semakin maju.

“Semangat para tokoh pendidikan ini patut menjadi teladan bagi seluruh sivitas akademika. Kami berharap nilai-nilai perjuangan mereka mampu memotivasi seluruh keluarga besar UPGRIS untuk terus berkarya, meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus memperluas kepercayaan masyarakat sehingga jumlah mahasiswa terus bertambah,” katanya.

-Rangkaian ziarah tidak hanya dilakukan di Kota Semarang.

Sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh penting dalam sejarah kampus, UPGRIS juga menjadwalkan kunjungan ke Kabupaten Banjarnegara untuk berziarah ke makam Dr. Sulistyo, M.Pd. Almarhum dikenal sebagai rektor yang memiliki visi besar dalam membangun UPGRIS.

Tidak hanya berkontribusi bagi kemajuan universitas, Dr. Sulistyo juga aktif memperjuangkan hak-hak guru melalui organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan nasional.

“Beliau bukan hanya sosok penting bagi perjalanan UPGRIS, tetapi juga pejuang pendidikan Indonesia. Kiprah beliau dalam membela guru dan memajukan dunia pendidikan menjadi inspirasi yang terus kami lanjutkan hingga saat ini,” ungkap Sapto.

Melalui kegiatan ziarah tersebut, UPGRIS ingin menegaskan bahwa keberhasilan kampus saat ini tidak terlepas dari kerja keras, pengorbanan, dan dedikasi para pendiri maupun mantan pemimpin universitas.

Peringatan Dies Natalis ke-45 UPGRIS pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia institusi, tetapi juga menjadi momentum memperkokoh komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas pengabdian kepada masyarakat, serta melahirkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. (HS-06)

Tak Sekadar Tampung Aspirasi, Rumah Rakyat Jateng Kini Jadi Pusat Layanan Adminduk