HALO SEMARANG – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, mendorong penguatan pengembangan kecerdasan buatan (AI), untuk meningkatkan kualitas layanan publik yang diselenggarakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Penguatan bisa dilakukan melalui kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan pemerintahan.
Wamendiktisaintek Stella Christie menyampaikan hal ini dalam pertemuan koordinasi bersama Badan Pengelola (BP) BUMN di kantor Kemdiktisaintek, baru-baru ini.
Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang implementasi AI pada layanan publik BUMN, termasuk sektor transportasi, kesehatan, logistik, hingga pelayanan pelanggan, sehingga pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, turut hadir akademisi Tsinghua University, Rong Ke, untuk berbagi pengalaman mengenai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam pengembangan riset serta penerapan AI.
“Berkaca dari kampus di luar negeri, kolaborasinya erat dengan pemerintahan dan industri, terutama dalam hal riset. Apabila pemerintah dan industri perlu riset, mereka akan memberikan pendanaan riset ke perguruan tinggi,” jelas Stella, seperti dirilis kemdiktisaintek.go.id.
Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata menyampaikan bahwa transformasi BUMN membuka peluang yang semakin besar bagi implementasi AI di berbagai sektor strategis.
Menurutnya, pemanfaatan AI perlu diawali melalui pengembangan berbagai use case yang memberikan dampak nyata, sembari memperkuat infrastruktur digital sebagai fondasi jangka panjang.
“Pemanfaatan AI harus dibangun secara bertahap. Kita dapat memulai dari berbagai use case yang memberikan manfaat langsung, sembari terus memperkuat infrastruktur digital agar implementasinya semakin luas dan berkelanjutan. Kerja sama teknologi dengan negara lain harus dibarengi dengan mendorong teknologi kita sendiri,” kata Tedi.
Wamen Stella menyoroti praktik baik Tsinghua University sebagai salah satu kampus terkemuka dengan budaya riset yang terintegrasi dengan kebutuhan pemerintah dan industri. Kolaborasi kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi salah satu referensi dalam memperkuat budaya riset dan inovasi di Indonesia.
Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Hasan Chabibie menyatakan komitmen Kemdiktisaintek untuk memperkuat tata kelola data, infrastruktur digital, serta sinergi lintas sektor untuk mendukung implementasi ini secara berkelanjutan.
Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional untuk membangun ekosistem AI yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan mitra global diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi berbasis AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung transformasi ekonomi Indonesia. (HS-08)


