HALO SEMARANG – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mengajak generasi muda untuk memahami kemajuan teknologi secara utuh, agar masyarakat mampu memanfaatkan peluang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), secara optimal sekaligus menyikapi berbagai tantangan yang menyertainya.
Ajakan itu disampaikan Wamen Stella, saat menjadi pembicara dalam Young On Top National Conference (YOT NC) 2026, baru-baru ini.
Keikutsertaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam forum ini, merupakan bagian dari upaya memperluas literasi AI di kalangan generasi muda, melalui ruang-ruang di luar pendidikan formal.
YOT NC merupakan konferensi tahunan yang menyasar mahasiswa dan profesional muda di seluruh Indonesia.
Wamen Stella menegaskan bahwa AI memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga dunia usaha.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memandang AI secara proporsional dengan tetap mengedepankan evaluasi berbasis bukti terhadap kemampuan dan keterbatasan teknologi tersebut.
Dalam konteks pendidikan tinggi, Wamen Stella menilai perkembangan AI justru semakin memperkuat pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat penciptaan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Menurutnya, kampus tidak hanya bertugas menghasilkan pengetahuan baru dan menyebarluaskannya, tetapi juga mengembangkan kemampuan mengurasi pengetahuan (curation of knowledge) agar informasi yang beredar dapat dipahami secara utuh dan menghasilkan pemahaman baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Creation of knowledge, transmission of knowledge, dan curation of knowledge, tiga hal itu yang harus terus dijawab oleh perguruan tinggi di tengah kemajuan AI,” ujar Wamen Stella, seperti dirilis kemdiktisaintek.go.id.
Wamendiktisaintek mengajak audiens memaknai ulang definisi pengetahuan di era AI. Pengetahuan dipandang bukan sekadar akses informasi yang bisa didapat lewat satu klik, melainkan kemampuan mengurasi dan memaknai fakta hingga menghasilkan pemahaman baru.
Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat budaya riset, inovasi, dan literasi kritis agar lulusan Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan nasional. (HS-08)


