HALO BOYOLALI – Wakil Bupati (Wabup) Boyolali Dwi Fajar Nirwana, menyambut 17 bhikkhu Sangha Agung Indonesia, bersama 80 relawan dari masyarakat lintas agama, yang melaksanakan thudong atau perjalanan spiritual dan ritual dan singgah di Vihara Abhayagiri Boyolali,baru-baru ini.
Mereka sebelumnya melaksanakan perjalanan spritual Candi Sewu Sleman, untuk melaksanakan Waisak, yang jatuh pada Minggu (31/5/2026).
Dalam sambutannya, Wabup yang akrab disapa Fajar ini, mengungkapkan apresiasi atas thudong yang telah dilakukan para Bhikkhu, karena perjalanan ini membawa misi kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Pihaknya juga menyampaikan, bahwa masyarakat Boyolali membuka diri, menghargai perbedaan, cinta damai serta menjaga persatuan dalam bingkai kebhinekaan.
“Kami juga berharap semoga perjalanan thudong ini bukan hanya sekedar seremonial saja, melainkan juga menjadi sarana untuk senantiasa mempererat kebersamaan, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, serta senantiasa menjunjung tinggi semangat perdamaian di tengah-tengah masyarakat.” harapnya.
Pada kesempatan itu, di sela-sela sambutan, Wabup Fajar juga menyerahkan tali asih dari Pemerintah Kabupaten Boyolali, kepada para bhikkhu.
Bhante Nyanakaruno Mahathera, Bhikkhu yang memimpin Thudong ini mengatakan perjalanan ini merupakan sebuah laku spiritual untuk melatih kesederhanaan, ketekunan, welas asih, dan kedamaian batin.
Para bhikkhu berjalan dari satu tempat ke tempat lain sambil membawa pesan perdamaian bagi semua makhluk.
Kegiatan ini juga diikuti kurang lebih 80 relawan dari berbagai komunitas masyarakat lintas agama.
Perjalanan damai ini menjadi bagian dari semangat Waisak dan gerakan perdamaian lintas umat manusia.
Para bhikkhu dan peserta berjalan dalam keheningan, doa, meditasi, serta niat baik untuk menebarkan cinta kasih dan harmoni di sepanjang perjalanan.
Perjalanan ini melewati beberapa kabupaten / kota. Di Boyolali, seluruh rombongan beristirahat di vihara Veluvana Ampel, Rabu (27/5/2026).
Kemudian perjalanan dilanjutkan pada Kamis (28/5/2026) menuju Vihara Abhayagiri Boyolali, yang disambut langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Boyolali Dwi Fajar Nirwana pada malam harinya.
Lebih lanjut dia mengatakan perjalanan ini merupakan sebuah simbol untuk menyuarakan perdamaian antarumat manusia lintas agama di seluruh dunia.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang mendukung terselenggaranya Thudong ini, mulai dari Pemerintah Daerah hingga masyarakat umum lintas agama.
“Sehingga kondisi inilah yang memberikan kekuatan pada kami semua melakukan perjalanan ini ke Candi Sewu. Semoga hal tersebut memberikan motivasi kami, bahwa moderasi beragama betul-betul dapat dilaksanakan.” ungkapnya.
Selanjutnya, perjalanan suci para bhikkhu pun dilanjutkan ke Klaten pada pagi harinya. (HS-08)


