in

Layanan RSUD Sragen Kian Berkembang, Mulai dari UGD hingga Katerisasi Jantung pada 2027

Forum Konsultasi Publik (FKP) di Aula RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Kamis (23/7/2026). (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen saat ini telah mengembangkan berbagai inovasi, untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien.

Hal itu diungkapkan Wakil Direktur Pelayanan dan Mutu RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Haris Almacca, dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) di Aula RSUD, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang dibuka oleh Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Iin Dwi Yuliarti ini, sebagai wadah untuk menyampaikan berbagai inovasi layanan, sekaligus menyerap aspirasi, saran, dan masukan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), wartawan, akademisi, pelanggan, yayasan, dan masyarakat.

Lebih lanjut Haris Almacca menguraikan, berbagai pengembangan layanan kesehatan itu, mulai dari pelayanan pasien BPJS di Instalasi Gawat Darurat (IGD), layanan vaksinasi internasional dan Medical Check Up (MCU), Klinik Estetika, hingga Klinik Bedah Saraf.

“Kami membuka layanan poliklinik penyakit dalam pada sore hari, untuk mengurangi penumpukan antrean pasien,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.

Dia juga menyampaikan bahwa salah satu inovasi yang tengah dikembangkan RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, yaitu klinik geriatri atau bagi pasien usia lanjut, dengan penyakit lebih dari satu dan keterbatasan gerak.

“RSUD Sragen terus memperkuat layanan kesehatan jiwa, melalui klinik psikologi klinis dan pengembangan bangsal jiwa. Saat ini, Ruang Alamanda memiliki kapasitas 10 tempat tidur dan direncanakan bertambah menjadi 16 tempat tidur,” lanjutnya.

Ia memaparkan, dalam bidang kegawatdaruratan RSUD juga memiliki layanan pengaduan 24 jam melalui media sosial dan WhatsApp.

Ke depan, RSUD Sragen menyiapkan sejumlah pengembangan layanan, seperti Unit Transfusi Darah mandiri, terapi cuci darah mandiri di rumah, atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), serta pembukaan laboratorium kateterisasi jantung atau Catheterization Laboratory (Cathlab), yang ditargetkan beroperasi pada 2027.

Ditambahkannya, inovasi Sayang Bunda tengah dikembangkan untuk mendukung penanganan ibu hamil dan anak berisiko tinggi melalui jalur prioritas atau fast track.

“Aplikasi ini diharapkan dapat membantu mempercepat pelayanan sekaligus mendukung upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sragen,” ujarnya.

Haris turut menyampaikan, masyarakat dapat menghubungi layanan penjemputan Lembayung Senja maupun Publik Safety Center (PSC) 119 Sragen untuk penanganan pasien jiwa dalam kondisi darurat.

“Melalui Forum Konsultasi Publik ini, RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan,” kata dia.

FKP ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Berbagai masukan yang disampaikan oleh peserta, menjadi bahan evaluasi untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah diakses, responsif, dan sesuai kebutuhan masyarakat. (HS-08)

 

 

Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-285, Pemkab Rembang Gelar Ziarah ke Tujuh Lokasi Bersejarah

Tutup Jambore Anak VIII di Boyolali, Wabup Fajar Nirwana Minta Anak-Anak Jaga Good Attitude