in

Ekonomi Menggeliat, Bumdes Golo Wonogiri Panen Raya 1,3 Ton Jamur Kuping 

Budi daya jamur kuping oleh pengelola Badan Usaha Milik Desa Golo, Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri. (Foto : wonogirikab.go.id)

 

HALO WONOGIRI – Bumdes bersama para pekerja di Desa Golo, Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri, menunjukkan geliat ekonomi, dengan melaksanakan panen raya jamur kuping.

Dalam kegiatan panen raya tersebut, mereka memanen 1,3 ton jamur kuping, dari total sekitar 23 ribu baglog budi daya.

Hasil panen sebagian langsung dijual dalam kondisi basah untuk memenuhi permintaan pasar.

Adapun sebagian lainnya, dikeringkan guna meningkatkan nilai jual dan memperpanjang masa simpan produk.

Direktur BumDesa Golo, Andi Eko Susanto mengatakan bahwa budi daya jamur kuping ini, dikembangkan sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Menurutnya, jamur kuping (Auricularia polytricha) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki prospek cerah, sebagai penopang ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

“Budi daya jamur ini kami kembangkan karena tekniknya yang relatif mudah, bernilai ekonomi tinggi dan bahan bakunya mudah didapat. Saat ini kami mengelola lima kumbung dengan total 23 ribu baglog jamur yang semuanya alhamdulillah berkembang dengan baik,” kata dia, belum lama ini seperti dirilis wonogirikab.go.id.

Andi juga optimistis budi daya jamur kuping dapat menjadi salah satu komoditas unggulan desa yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Sebelumnya Andi dan tim juga telah berhasil melakukan panen perdana jamur kuping, dengan hasil mencapai 3,5 kuintal, dari satu kandang budi daya.

Keberhasilan ini dinilai menjadi sinyal positif bagi pengembangan usaha berbasis potensi lokal desa.

Dengan sistem panen bertahap di beberapa kumbung, Andi yakin produksi jamur akan berlangsung stabil dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Ditambahkan Andi, potensi budidaya jamur kuping tidak hanya berhenti pada penjualan hasil panen segar.

Ke depan, BumDesa Golo berupaya mengembangkan produk turunan bernilai tambah untuk memperkuat ekonomi desa.

“Harapannya ini nanti ada strategi pengolahan pascapanen seperti keripik, bakso jamur, hingga bumbu penyedap alami. BumDesa Golo optimistis dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. ,” katanya.

Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Puhpelem, Suprianto, menyampaikan bahwa sebagai Penopang ekonomi kerakyatan jamur kuping, berperan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha skala kecil dan menengah (UMKM).

Selain itu juga sebagai sebagai Penopang ketahanan Pangan jamur kuping sebagai bahan makanan berkontribusi pada ketahanan pangan dan nutrisi karena jamur kuping kaya akan serat, karbohidrat, vitamin, mineral dan asam. (HS-08)

Pentas Musik dan Car Free Night Gemolong Semarakkan Hari Jadi Sragen ke-280

Sambut 17 Bhikkhu yang Melaksanakan Thudong, Wabup Boyolali : Sarana Mempererat Kebersamaan