ANGIN laut berembus pelan, membawa aroma khas pantai yang bercampur riuh tawa anak-anak. Di Pantai Cahaya (The Sea Pantai Cahaya), libur Lebaran 2026 tak sekadar tentang berwisata—melainkan tentang pengalaman yang lebih utuh: belajar, bermain, dan merayakan kebersamaan.
Sejak 20 hingga 30 Maret 2026, kawasan wisata di Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal ini bertransformasi lewat gelaran “Animalook Pantai Cahaya – Lebaran Fest”, sebuah festival yang memadukan edukasi satwa, hiburan keluarga, dan sentuhan budaya dalam satu panggung besar.
Di antara berbagai atraksi, satu yang paling mencuri perhatian adalah Parade Satwa dan Budaya. Iring-iringan ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga perayaan harmoni antara manusia, alam, dan tradisi. Satwa-satwa diperkenalkan dengan cara yang menarik, sementara unsur budaya lokal menyelinap indah di setiap langkah parade—menciptakan pengalaman visual yang tak mudah dilupakan.
Bagi keluarga yang datang bersama anak-anak, momen paling berharga justru hadir di ruang-ruang edukasi. Dalam sesi Edukasi Satwa, anak-anak tak hanya melihat hewan dari kejauhan, tetapi diajak mengenal lebih dekat—memahami karakter, kebiasaan, hingga pentingnya menjaga kelestarian mereka. Di sinilah wisata berubah menjadi pembelajaran yang menyenangkan.
Langkah kecil kaki-kaki mungil juga ramai terlihat di area Taman Kelinci dan Animal Explore & Mini Zoo. Tawa pecah saat anak-anak berinteraksi langsung dengan satwa—mengelus, memberi makan, atau sekadar mengamati dengan rasa ingin tahu yang tulus.
Namun, tak ada yang mampu menandingi antusiasme pengunjung saat memasuki arena Dolphin Discovery. Lumba-lumba dengan lincah melompat, berputar, dan “berkomunikasi” dengan pelatihnya. Setiap gerakan mereka seolah menjadi bahasa universal yang memancing decak kagum—baik dari anak-anak maupun orang dewasa.
Untuk menjaga kenyamanan di tengah lonjakan pengunjung, pengelola menerapkan jadwal pertunjukan yang tertata rapi sejak pukul 09.00 WIB. Dolphin Show hadir dalam lima sesi setiap hari, sementara Animal Show digelar dalam empat sesi berbeda. Pola ini memberi keleluasaan bagi wisatawan untuk mengatur ritme kunjungan mereka—tanpa harus terburu-buru.
Di sela-sela menunggu pertunjukan, pilihan aktivitas lain pun terbuka lebar. Ada wahana air Waterking, berbagai permainan rekreasi, hingga alunan live music di tepi pantai yang menghadirkan suasana santai khas liburan.
Pantai Cahaya juga memahami bahwa setiap pengunjung datang dengan kebutuhan berbeda. Karena itu, tersedia dua pilihan tiket: reguler untuk menikmati suasana dasar, serta tiket terusan bagi mereka yang ingin menjelajah seluruh wahana tanpa batas. Pilihan terakhir ini menjadi favorit keluarga yang ingin mendapatkan pengalaman lengkap dalam satu kunjungan.
Lebih dari sekadar destinasi, Pantai Cahaya menjelma menjadi ruang di mana kenangan diciptakan. Di bawah langit pesisir Kendal, anak-anak belajar mencintai alam, orang tua menemukan waktu berkualitas, dan keluarga merayakan kebersamaan dengan cara yang sederhana namun bermakna.
Melalui Animalook Lebaran Fest, Pantai Cahaya seakan mengingatkan: liburan terbaik bukan hanya tentang ke mana kita pergi, tetapi tentang cerita apa yang kita bawa pulang.(HS)


