SORE menjelang magrib di Kota Semarang selalu menghadirkan suasana yang khas di bulan Ramadan. Kendaraan masih merayap di jalan-jalan utama, sebagian orang bergegas pulang, sebagian lainnya masih terjebak perjalanan panjang menuju rumah. Deretan pedagang kaki lima menjajakan banyak jajanan dan menu berbuka puasa di tepi jalan. Di tengah hiruk-pikuk itulah, tangan-tangan relawan berdiri di tepi jalan, membagikan paket takjil kepada para pengendara yang melintas.
Sebanyak 1.750 paket takjil Ramadan dibagikan oleh DPC Partai Gerindra Kota Semarang pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan berbagi ini digelar serentak di tujuh titik strategis yang menjadi jalur lalu lintas padat di ibu kota Jawa Tengah. Tak hanya pengendara, pembagian takjil juga menyasar para penyapu jalan, tukang becak, dan pekerja informal lain yang ada di sekitar lokasi pembagian.
Lokasi pembagian tersebar di Jalan Pemuda tepatnya di depan Kantor Pos Johar, Jalan Gajah Raya, depan SPBU Jalan Majapahit, Jalan Sambiroto, Perempatan Sampangan Kecamatan Gajahmungkur, Jalan Candi Prambanan Raya, hingga Jalan Anjasmoro Raya.
Menjelang waktu berbuka, relawan dan kader partai tampak berdiri di pinggir jalan sambil menyapa pengendara yang melintas. Paket takjil dibagikan kepada pengendara motor, sopir angkutan, hingga warga yang kebetulan sedang melintas.
Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Menurutnya, tidak semua orang memiliki kesempatan berbuka puasa di rumah bersama keluarga. Banyak pekerja yang masih berada di jalan ketika azan magrib berkumandang.
“Kami ingin membantu masyarakat yang masih dalam perjalanan agar tetap bisa berbuka puasa tepat waktu. Ini juga menjadi momentum berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan,” ujar Joko.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Tengah, Sudarsono, yang turut terlibat dalam aksi sosial tersebut.
Sudarsono menyebut kegiatan berbagi takjil ini sebagai wujud kepedulian partai kepada warga Kota Semarang yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Ramadan adalah bulan berbagi. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, berbagi sedikit kebahagiaan bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa,” katanya.
Di salah satu titik pembagian, tepatnya di Jalan Sambiroto, suasana tampak cukup ramai. Pengendara yang melintas melambatkan kendaraan saat melihat relawan berdiri di tepi jalan membawa kantong-kantong takjil.
Salah satunya adalah Eko Pujianti (40), warga Mranggen, Kabupaten Demak yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di wilayah Tembalang.
Ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan takjil di tengah perjalanan pulang.
“Senang sekali. Tadi saya baru pulang kerja dan masih di jalan. Kebetulan dapat takjil, jadi bisa langsung berbuka nanti,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Eko, hal sederhana seperti sebotol minuman dan makanan ringan bisa sangat berarti ketika seseorang masih berada di jalan saat waktu berbuka tiba.
Pembagian takjil di sejumlah ruas jalan ini juga sempat menarik perhatian pengguna jalan lainnya. Beberapa pengendara bahkan memperlambat laju kendaraan untuk menerima paket takjil dari para relawan.
Di bulan Ramadan, pemandangan seperti ini memang bukan hal yang asing. Namun setiap aksi berbagi selalu menghadirkan cerita kecil tentang kepedulian, tentang orang-orang yang berhenti sejenak di tengah lalu lintas kota untuk saling berbagi.
Bagi sebagian orang, takjil mungkin hanya sekadar makanan pembuka. Tetapi bagi mereka yang masih menempuh perjalanan panjang menjelang magrib, paket kecil itu bisa menjadi penyelamat untuk membatalkan puasa tepat waktu.(HS)