in

Wali Kota Tegal Ajak Warga Bangun Budaya Tangguh Bencana

Simulasi pertolongan korban di perairan, dalam simulasi kesiapsiagaan bencana di Kota Tegal, Jumat (12/12/25). (Foto : tegalkota.go.id)

 

KOTA TEGAL – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, mengingatkan semua pihak bahwa wilayah yang dipimpinnya tak lepas dari risiko beragam bencana, termasuk banjir rob, cuaca ekstrem, kebakaran permukiman, dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Hal itu disampaikan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025, di Lapangan Pantai Alam Indah Tegal, Jumat (12/12/25).

Apel dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan koordinasi dan membangun partisipasi aktif masyarakat, sekaligus sebagai upaya memperkuat pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Kegiatan itu diikuti 631 peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, serta relawan kebencanaan.

Peserta dikelompokkan ke dalam Klaster Penanggulangan Bencana, Klaster Pencarian dan Pertolongan, Klaster Perlindungan dan Pengungsian, Klaster Logistik, Klaster Kesehatan, Klaster Pendidikan dan Klaster Pemulihan.

Dalam sambutanya Wali Kota Tegal, Dedy Yon, tak lupa menyampaikan rasa duka atas musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Musibah tersebut telah membawa duka mendalam. Atas nama Pemerintah Kota Tegal, saya menyampaikan empati dan doa agar para korban diberi kekuatan, keselamatan, dan ketabahan,” ujar Wali Kota, seperti dirilis tegalkota.go.id.

BPBD Kota Tegal melaporkan telah melaksanakan 40 kali kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan simulasi bencana dengan total 5.452 peserta.

Posko Siaga Darurat juga telah dibentuk di tiga lokasi selama Musim Hujan berlangsung, antara lain Mako BPBD Kota Tegal, UPT Instalasi Uji Tangki Ukur Mobil Martoloyo, dan Eks Puskesmas Sumurpanggang.

Pemkot Tegal berkomitmen untuk terus memperkuat sistem mitigasi memasuki tahun 2026 melalui peningkatan kapasitas SDM, penyempurnaan sarana prasarana dan teknologi peringatan dini, serta penguatan koordinasi di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Langkah ini sejalan dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, agar Kepala Daerah lebih responsif dan sigap.

“Mari kita jadikan kesiapsiagaan sebagai budaya bersama, bukan hanya reaksi ketika bencana sudah datang,” tambah Wali Kota.

Setelah Apel, Wali Kota Tegal bersama seluruh tamu undangan yang hadir menyaksikan simulasi penanganan bencana kapal tenggelam dan dilanjutkan dengan pengecekan peralatan kesiapsiagaan bencana untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, dan sarana pendukung penanggulangan bencana, sesuai tujuan utama apel.(HS-08)

Naik 139 Persen, Kunjungan Wisata Batang Tembus 1,5 Juta

Antisipasi Kebakaran dan Gempa, Dinperkim-BPBD Kota Pekalongan Gelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Rusunawa