in

Antisipasi Kebakaran dan Gempa, Dinperkim-BPBD Kota Pekalongan Gelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Rusunawa

Simulasi penanganan bahaya kebakaran skala kecil yang digelar oleh Dinperkim dan BPBD Kota Pekalongan, di Rusunawa Panjang, belum lama ini. (Foto : pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan mengajak para penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di wilayahnya untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran dan gempa bumi.

Ajakan tersebut disampaikan, melalui sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana, yang digelar di Runusawa Panjang beberapa waktu lalu, oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan.

Kepala Bidang Perumahan Rakyat Dinperkim Kota Pekalongan, Heryu Purwanto, mewakili Kepala Dinperkim Kota Pekalongan, Andrianto, menyatakan kegiatan ini menyasar penghuni tiga rusunawa di Kota Pekalongan.

Ia menyebut Rusunawa Panjang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan, dengan jumlah penghuni sekitar 46 keluarga, yang tinggal di gedung 4 lantai dengan ketinggian lantai sekitar 3 sampai 4 meter.

Heryu menjelaskan bahwa rusunawa memiliki karakteristik khusus yang membuat kawasan ini perlu mendapatkan perhatian serius dalam aspek mitigasi bencana.

“Bersama BPBD, kami melakukan kegiatan pencegahan kebencanaan. Ada tiga rusun yang kita laksanakan karena rusun ini tempat yang rawan bencana, terutama kebakaran. Selain itu ada juga potensi gempa bumi dan lainnya,” jelasnya.

Dirinya menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, tetapi diharapkan dapat berkembang menjadi pembentukan kelompok pencegahan bencana di setiap rusun, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan salah satu kejadian yang pernah terjadi di rusunawa Panjang adalah insiden kebakaran kecil akibat penggunaan colokan listrik yang tidak standar.

“Kami mengimbau bahwa kelistrikan harus sesuai standar. Penggunaan kompor gas juga harus sesuai standar agar tidak memicu bahaya,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Dimas Arga Yudha mewakili Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya mengisi materi mengenai pengenalan ancaman bencana serta langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan penghuni rusunawa.

“Kami memberikan pembelajaran terkait kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana, mulai dari ancaman banjir, gempa bumi, hingga kebakaran,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari kegiatan, BPBD juga melakukan simulasi kebencanaan, khususnya untuk skenario kebakaran dan gempa bumi.

Penghuni rusun diajak berlatih langsung bagaimana menyelamatkan diri, mengevakuasi penghuni lain, dan menggunakan jalur evakuasi dengan benar.

“Hal ini bagian dari membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sehingga saat peristiwa kebencanaan terjadi, dampak atau risiko yang muncul bisa dikurangi,” tambahnya.

Pihaknya berharap program sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan ini diharapkan menjadi agenda rutin untuk semua rusunawa di Kota Pekalongan.

Dengan jumlah penghuni yang cukup padat dan struktur bangunan vertikal, mitigasi bencana menjadi aspek penting untuk mewujudkan hunian aman, nyaman, dan bebas risiko. (HS-08)

 

 

Wali Kota Tegal Ajak Warga Bangun Budaya Tangguh Bencana

Dewa 19 Feat Marcello-Virzha Bakal Ramaikan Konser Akbar Naragigs 2025 di Brebes