HALO SEMARANG – Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengajak umat Kristiani menjaga lukisan Tuhan bernama Indonesia.
Ajakan ini disampaikan Menag di depan puluhan ribu jemaat Kristiani, yang hadir dalan gelaran Natal Tiberias 2025, di GBK, Senayan, Jakarta.
Menag dalam sambutan menekankan pentingnya menjalin hubungan antarsesama, sebagai wujud nyata kehidupan beragama di Indonesia.
Ia menggambarkan perjumpaan di GBK malam itu sebagai bagian dari upaya merawat harmoni.
“Hari ini kita semuanya berkumpul dalam rangka mempererat hubungan silaturahim antara satu sama lain di antara kita semuanya. Inilah makna suasana keberagamaan batin antara satu sama lain yang secara luas ditampilkan di Indonesia,” ujarnya, belum lama ini, seperti dirilis kemenag.go.id.
Nasaruddin mengibaratkan Indonesia sebagai karya agung Tuhan yang harus dijaga oleh seluruh rakyat, tanpa terkecuali.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak mana pun yang merusak keindahan keberagaman bangsa.
“Indonesia ini adalah lukisan Tuhan yang sangat indah dan tidak boleh ada yang mengacak-acak dan tidak boleh ada yang merusak lukisan Tuhan ini. Lukisan Tuhan yang terindah di dunia ini adalah Indonesia,” katanya.
Menag juga menyoroti keragaman religius yang selama ini menjadi dasar hidup berdampingan di Indonesia.
“Di sana ada bunyi beduk suara azan, tetapi di sana juga ada bunyi lonceng gereja, bertalu-talu satu sama lain memperindah atmosfer bangsa Indonesia,” tuturnya.
Sampaikan Keprihatinan
Menag juga menyampaikan keprihatinan atas sejumlah bencana yang melanda beberapa daerah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Namun, dia menegaskan keyakinannya bahwa bangsa Indonesia akan selalu mampu bangkit berkat tingginya solidaritas dan kedermawanan masyarakat.
“Tingkat kedermawan yang paling tinggi di dunia ini adalah Indonesia. Bisa kita bantu bersama tanpa membedakan agama apapun, kelamin manapun, umur berapapun, semuanya ini adalah warga bangsa Indonesia,” katanya.
Acara Natal Tiberias 2025 dihadiri tokoh-tokoh nasional, antara lain Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait, serta Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung, Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Kerukunan, Pelayanan Agama, dan Pengawasan Gugun Gumilar, dan beberapa pejabat dari lingkungan Kementerian Agama. (HS-08)