HALO PEMALANG – Wakil Bupati Pemalang Nurkholes mengajak masyarakat dan pemerintah desa di wilayahnya, untuk menggali sejarah dan kekayaan budayanya, untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Pemalang Nurkholes, saat membuka acara Kirab Dewata Fest Culture 2025 di Desa Wanarata Bantarbolang, belum lama ini.
Nurkholes memberi contoh, kirab budaya ini Desa Wanarata ini, juga merupakan hasil dari penggalian sejarah dan budaya, berdasarkan survei, literasi, dan penelitian.
Cara yang sama bisa dilakukan dikembangkan di desa-desa lain, sehingga memperkaya budaya-budaya di desa-desa di Kabupaten Pemalang.
“Sehingga kita harapkan 222 desa ini menjadi budaya yang berkembang di Kabupaten Pemalang dan dapat menjadi destinasi wisata nantinya,” kata Nurkholes, seperti dirilis pemalangkab.go.id.
Sementara itu dalam acara kirab yang diselenggarakan dalam rangka perayaan HUT Ke-491 Desa Wanarata itu, peserta start di depan Balai Desa Wanarata Kecamatan Bantarbolang.
Kirab berjalan dengan lancar mengelilingi sepanjang jalan utama Desa Wanarata. Hasil bumi dan makanan khas Desa Wanarata ikut dalam Iring-iringan kirab tersebut.
Lebih lanjut Nurkholes mengatakan bahwa Festival Kirab Dewata Fast Culture 2025 ini merupakan yang pertama dilakukan dalam rangka memperingati HUT Desa Wanarata.
Walau demikian usia desa yang sudah mencapai 491 tahun ini, lebih tua dibanding dengan Kabupaten Pemalang.
Dia berharap dengan adanya kirab ini, Desa Wanarata akan makin maju dan ke depan menjadi lebih baik.
“Kita lihat pertandanya atau ikonnya Kirab ini adalah kerbau bulai yang besar, ini merupakan sumber keberkahan,” kata dia.
Dia juga menyebutkan tentang tujuh mata air, yang berarti artinya sumber kekayaan alam.
“Ke depan akan menjadikan pertanda buat masyarakat Wanarata dapat lebih maju serta budaya ini yang harus dibudayakan kedepannya sehingga memberikan warna bagi budaya di Kabupaten Pemalang,” ujarnya. (HS-08)