HALO KENDAL – Menyemarakan Idul Adha 1446 Hijriah, Masjid Agung Kendal kembali menggelar tradisi khitanan massal yang diikuti 120 anak dari berbagai desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Kendal.
Pelaksanaan khitanan massal ditempatkan di Madrasah Ibtidaiyah di belakang Masjid Agung Kendal. Anak yang dikhitan didampingi orang tua atau wali yang mewakili keluarga anak yang dikhitan.
Ketua Panitia Khitanan Massal, Sugeng Prayitno mengatakan, tradisi khitanan massal di Masjid Agung Kendal ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Tujuannya untuk mendekatkan anak dengan masjid, sehingga keimanannya bertambah.
“Tradisi khitanan massal juga sebagai sarana untuk memakmurkan masyarakat dan memakmurkan masjid dalam beribadah,” ujarnya, Jumat (6/6/2025).
Sugeng menjelaskan, tiap anak yang dikhitan mendapatkan fasilitas sarung, baju, peci, sabuk, sandal dan celana dalam khusus khitan. “Selain itu juga mendapatkan uang saku,” imbuhnya.
Ketua Tim Medis Khitanan Massal, dr Budi Mulyono mengatakan, kegiatan khitanan massal melibatkan 20 arang Tim Medis yang terdiri dari dokter, perawat dan apoteker.
Jenis khitan, ada yang secara manual dan menggunakan laser. “Anak yang dikhitan bisa memilih khitan manual atau khitan laser,” katanya.
Sementara, Subkhan, warga Kelurahan Bandengan Kendal mengaku, dirinya mendampingi cucunya yang bernama Nazril untuk mengikuti khitanan massal. Menurutnya hal itu atas keinginan sang cucu sendiri.
“Nazril yang sekarang kelas empat sekolah dasar sudah meminta sendiri ikut khitanan massal, karena merasa sudah besar. Bahkan dia mengancam mau daftar sendiri, kalau tidak didaftarkan,” ujarnya.
Sedangkan anak lainnya, Niken Johan Agustino, siswa kelas 5 SD dari Desa Dawungsari Pegandon mengaku tidak merasa sakit ketika dikhitan. “Khitan di sini senang, banyak teman,” katanya.(HS)