HALO SEMARANG – Semarang bersiap menambah keindahan dan identitasnya dengan hadirnya landmark baru berupa patung tokoh pewayangan, Pandawa Lima. Patung ini akan menghiasi median Jalan Pahlawan, mulai dari Bundaran Simpang Lima hingga depan Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Pemerintah Kota Semarang menggagas proyek ini tidak hanya untuk mempercantik kota, tetapi juga sebagai sarana edukasi kebudayaan Jawa bagi generasi muda.
Sekretaris Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, mengungkapkan bahwa pembangunan patung pewayangan merupakan upaya memperkuat identitas kota. “Patung wayang ini adalah program CSR dan akan menampilkan Pandawa Lima: Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Selain itu, akan ada tambahan patung Srikandi, Semar, dan Gunungan,” jelas Murni pada Minggu (16/3/2025).
Dengan desain 3 dimensi modern, patung ini diharapkan mampu merangkul seluruh kalangan masyarakat dan menjadi magnet baru bagi pengunjung. Ide pembangunan ini diinisiasi oleh para seniman sejak 2021, menggantikan patung wayang lama yang pernah menjadi ikon kota pada tahun 2000-an dengan kerlap-kerlip lampu yang memikat.
Pipie, sapaan akrab Murni, menambahkan bahwa tahap awal pembangunan telah memasuki proses penyelesaian untuk patung Bima atau Bratasena dan Srikandi. “Patung akan setinggi 6,3 meter, terbuat dari bahan galvanis, dengan pondasi setinggi 1,5 meter,” ujarnya.
Keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam proyek ini, dengan kolaborasi bersama seniman, budayawan, dan kurator seni rupa asal Semarang. “Kami berharap patung-patung ini segera siap dipasang,” tambahnya dengan antusias.
Pemerintah Kota Semarang juga terus membuka pintu bagi para stakeholder dan pihak swasta yang ingin berkontribusi melalui program CSR. “Kami harap ornamen dan tetenger kota ini dapat menambah keindahan, menjadikan Semarang lebih ikonik, dan memberikan edukasi budaya dengan sentuhan kekinian,” tutup Pipie.
Dengan hadirnya patung Pandawa Lima dan tokoh pewayangan lainnya, Semarang tidak hanya memperkuat karakter kotanya, tetapi juga menghidupkan kembali warisan budaya yang kaya dengan cara yang inovatif dan menarik.(HS)