in

Realisasi Anggaran Baru 57 Persen, OPD Diminta Akselerasi Kegiatan

Rakor POK APBD Kabupaten Kendal Triwulan III Tahun Anggaran 2024, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Selasa (29/10/2024)

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK) APBD Kabupaten Kendal Triwulan III Tahun Anggaran 2024, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Selasa (29/10/2024). Rakor POK dibuka Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, yang mewakili Bupati Kendal.

Rapat diikuti para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda Kendal, Kepala OPD, Camat, dan Kepala Bagian di Lingkungan Setda Kendal, serta para Lurah dan Kepala Puskesmas di Kendal.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari menyambut baik dilaksanakan kegiatan. Hal itu, menurutnya sebagai bentuk kontrol terhadap kinerja pemerintah daerah, sehingga pengelolaan anggaran lebih optimal untuk mendukung pencapaian target.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada semua OPD, Camat, lurah dan Kepala Puskesmas atas usaha optimal dalam merealisasikan program kegiatan monitoring dan evaluasi yang penting, supaya program kegiatan selesai tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran dan tertib administrasi.

“Kita telah melewati triwulan ketiga 2024, realisasi sampai per tanggal 5 Oktober 2024 hanya sebesar Rp 1.569.812.895.917 atau 57,10 persen, dari pagu anggaran sebesar Rp 2.749.466.945.865,” ujar Pj Sekda Kendal.

Dirinya juga memaparkan, realisasi belanja modal dari pagu sebesar Rp 227.676.444.280, realisasinya hanya sebesar Rp 38.656.467.118 atau 16,98 persen.

Belanja tidak terduga dari pagu anggaran sebesar Rp 4.550.000.000, realisasinya hanya sebesar Rp 2.757.660.000 atau 60,61 persen.

Kemudian belanja transfer dari pagu anggaran sebesar Rp 410.532.096.927, realisasinya hanya sebesar 256.977.753.128 atau 62,60 persen.

“Ini yang menjadi perhatian Bapak Bupati, karena sampai dengan tanggal 29 Oktober 2024 ini masih belum mencapai target yang ditentukan,” tandas Pj Sekda.

Lebih lanjut dikatakan, anggaran yang bersumber dari dana transfer, yaitu Bantuan Provinsi (Banprov), realisasi kegiatan baru mencapai 56,51 persen, dari anggaran DBHCHT realisasi kegiatan mencapai 45 persen, dari DAK Fisik mencapai 34,68 persen, dan dari DAK Non Fisik baru 58,66 persen.

Sementara, Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) RSUD dr H Soewondo Kendal, lanjut Pj Sekda, realisasi kegiatan sudah mencapai 78,40 persen, BLUD Puskesmas realisasi kegiatan mencapai 57,80 persen dan realisasi kegiatan dana kelurahan sudah mencapai 70,96 persen.

“Salah satu upaya akselerasi dan perbaikan kinerja yang harus ditempuh adalah dengan melakukan pengendalian yang intensif, baik melalui rapat koordinasi, konsultasi maupun monitoring serta evaluasi pelaksanaan tugas. Mohon intansi terkait untuk bisa menyelesaikan kondisi ini,” lanjutnya.

Pj Sekda juga menekankan, seluruh instansi mencermati setiap kegiatan dan anggaran kas agar semua berjalan seimbang dan tidak terjadi penumpukan pencairan anggaran pada akhir triwulan keempat. Selain itu menyelesaikan proses pengadaan barang atau jasa sesegera mungkin bagi yang masih belum berkontrak.

Kepada kepala OPD, dirinya mengimbau, untuk dapat meningkatkan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan melalui koordinasi internal secara rutin dan eksternal secara efektif.

“Harapannya, rakor dapat menjadi forum koordinasi, mencari solusi atas kendala, masalah, maupun hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan dan pembangunan. Selanjutnya memitigasi resiko – resiko penatausahaan di akhir tahun 2024 dan menyiapkan antisipasi kebijakan yang solutif,” tutup Pj Sekda. (HS-06)

 

Ratusan Kepala Sekolah LP Maarif Dukung Komitmen Yoyok-Joss Berikan Akses Pendidikan Gratis

Kota Semarang Terima Bantuan Rp 71 Miliar Dari Mensos, Mbak Ita Pastikan Distribusi Sesuai DTKS