HALO SEMARANG – Pihak RSUP Kariadi memastikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat tidak terganggu imbas pemberhentian aktifvitas klinis Dekan FK Undip dr Yan Wisnu oleh Kemenkes RI. RSUP Kariadi juga menegaskan kebutuhan dokter anastesi juga cukup.
“Sampai detik ini pelayanan tidak terganggu, artinya pelayanan di rumah sakit masih berlangsung, pelayanan operasi juga berlangsung. Tidak ada gangguan pelayanan,” ujar Manajer Hukum dan Humas RS Kariadi, Vivi Vira Viridianti, Senin (2/8/2024).
Ia mengaku kegiatan-kegiatan medis juga tidak dikurangi. Terkait antrean pasien merupakan hal yang wajar lantaran RSUP Kariadi merupakan rumah sakit rujukan utama di Jateng dan Kalimantan.
“Tiak ada pembatasan, semua operasi kami jadwalkan. RSUP Kariadi itu terbesar dan rumah sakit rujukan pusat Jateng dan Kalimantan, jadi banyak antrean, bukan karena kasus,” katanya.
Selain itu, kebutuhan dokter anastesi dan dokter bedah konsultas kanker juga masih tercukupi meski praktik dr Yan Wisnu dan PPDS juga dihentikan sementara.
“Tidak ada (kekurangan) karena pelayanan di onkologi itu tim, tidak mungkin satu dokter saja. Jadi nanti ada wewenang dari tim. Kita ini prioritasnya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, tidak boleh dong ada yang terlantar, bagaimana kalau terlantar? Maka tim yang akan menyelesaikan,” kata dia.
Ia juga berharap, proses penanganan kasus kematian dr Aulia Risma bisa segera mendapatkan hasil agar masalah ini tidak berlarut-larut. Dan dr Yan Wisnu dapat kembali menjalankan aktifitas klinisinya di rumah sakit.
“Mohon doanya cepat selesai, nanti beliau bisa bergabung lagi memberi pelayanan terhadap pasien. Ini hasil evaluasi bersama supaya lebih fokus menghadapi masalah ini bersama,” imbuh Vivi.(HS)