HALO KENDAL – Media sosial dan WhatsApp group dihebohkan dengan adanya postingan pemasangan spanduk bernada kritikan keras di Balai Desa Ngawensari, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Selasa (9/6/2026).
Dalam kritikan berbahasa Jawa di spanduk itu tertulis, “Peringatan terhadap lurah sak perangkate, nek wes rak sanggup ngantor seleh jabatanmu akeh seng arep ganti”.
Tulisan dapat dimaknai sebagai peringatan agar kepala desa beserta perangkat Desa Ngawensari, agar menyerahkan jabatannya apabila sudah tidak sanggup menjalankan tugas dan melayani masyarakat.
Diduga aksi pemasangan spanduk itu dipicu keluhan warga yang mengaku sering kesulitan menemui kepala desa saat membutuhkan pelayanan administrasi di kantor desa.
Menurut warga, kepala desa kerap tidak berada di tempat ketika masyarakat membutuhkan tanda tangan maupun pengesahan berbagai dokumen.
Warga pun terpaksa mencari keberadaan sang kepala desa ke luar kantor, bahkan sampai mendatangi rumah pribadinya demi menyelesaikan urusan administrasi.
Menanggapi kritikan tersebut, Sekretaris Desa Ngawensari, Naskuriah, membenarkan, jika kepala desa tidak selalu berada di kantor desa. Menurutnya, kepala desa kerap menghadiri rapat dan kegiatan kedinasan di luar kantor.
“Kalau ada warga yang membutuhkan tanda tangan atau cap surat biasanya datang ke rumah kepala desa. Bisa juga menemui beliau saat berada di Kantor MBG,” ujarnya, Rabu (10/6/2026) kepada awak media, meski penjelasan belum sepenuhnya menjawab keresahan warga.
Bagi warga, pelayanan administrasi seharusnya dapat diperoleh dengan mudah di kantor desa tanpa harus mencari keberadaan kepala desa di lokasi lain.
Naskuriah juga mengakui spanduk yang terpasang di balai desa tersebut, merupakan bentuk kritik warga terhadap kinerja pemerintahan desa. Ia menyebut, aspirasi akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh perangkat Desa Ngawensari.
“Banner itu merupakan koreksi bagi kami semua, perangkat Desa Ngawensari Ringinarum. Ini adalah aspirasi dari warga,” ungkapnya.
Viralnya spanduk kritikan yang sempat menjadi sorotan publik, mencerminkan tingginya harapan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah desa.
Warga berharap kritik yang disampaikan dapat menjadi perhatian serius agar kepala desa dan perangkatnya lebih aktif hadir di kantor serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(HS)

