in

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Senilai Rp 925 Miliar di Jawa Timur

 

HALO SEMARANG – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pelaksanaan Inpres Jalan Daerah (IJD) di 33 ruas jalan di Jawa Timur bagian selatan. Peresmian dilakukan Jumat (08/03/2024), di Madiun.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari saya resmikan pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di Provinsi Jawa Timur,” kata Presiden, seperti dirilis setkab.go.id.

Presiden mengungkapkan, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan tersebut dilakukan dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 925 miliar.

“Totalnya 275 kilometer dengan anggaran Rp925 miliar. Ini anggaran yang tidak kecil, sekali lagi, Rp925 miliar untuk 33 ruas jalan,” ujarnya.

Tak hanya di Jawa Timur, pelaksanaan IJD juga dilakukan di berbagai daerah di tanah air.

Saat peresmian Presiden Jokowi, antara lain, didampingi oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Pada hari yang sama, dalam kunjungannya ke Jawa Timur, Presiden Jokowi juga meninjau alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan.

Presiden bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo melihat kesiapan tiga pesawat tempur TNI AU, yakni dua pesawat F-16 dan satu pesawat T-50.

Dalam penjelasannya kepada Presiden, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo mengatakan bahwa dua F-16 yang ditampilkan adalah F-16 C/D dan F-16 AM/BM. Beberapa pesawat F-16 AM/BM telah mengalami peningkatan kemampuan.

“Sama-sama F-16, tapi keduanya berbeda kemampuan karena F-16 AM/BM yang di tengah itu sudah mengalami peningkatan kemampuan avionic dan struktur. Kami menamakan dengan F-16 EMLU. Rencana akan 10 pesawat, sekarang 7 pesawat,” ujar KSAU.

Dengan peningkatan kemampuan tersebut, lanjut KSAU, pesawat F-16 AM/BM mampu melaksanakan pertempuran dengan amunisi cerdas atau smart munition, berpandu, dan bisa melaksanakan beyond visual range.

Sementara, pesawat F-16 C/D lebih konvensional dan rencananya akan ditingkatkan juga kemampuannya.

“Ini kami sangat harapkan karena sambil mengisi kedatangan pesawat Rafale yang akan tiba di tahun 2026 ini,” imbuh KSAU.

Adapun pesawat T-50 adalah pesawat buatan Korea yang digunakan untuk melatih penerbang-penerbang tempur di awal karirnya. Menurut KSAU, pesawat T-50 tersebut memiliki persenjataan yang cukup mumpuni karena telah dilengkapi dengan radar dan gun yang sebelumnya tidak ada.

“Dengan pertimbangan apabila dibutuhkan memerlukan radar akhirnya kami lengkapi dengan radar. Dan radar di T-50 ini karena terakhir pemasangan lebih canggih dibanding F-16 tapi setelah peningkatan akan lebih baik lagi,” jelasnya.

Selain meninjau kesiapan pesawat tempur, Presiden Jokowi juga menyaksikan penampilan atraksi udara.

Sejumlah pesawat udara dan helikopter melakukan aksi pelepasan bantuan dari udara.

“Kami melaksanakan kegiatan dropping ini bisa digunakan operasi perang maupun operasi militer selain perang,” ucap KSAU. (HS-08)

Beda Awal Puasa, Kemenag Ajak Masyarakat Kedepankan Dialog dan Saling Menghormati

Anggota Komisi II DPR RI Ini Minta BKN Tak Pertarungkan Honorer Lama dengan Fresh Graduate