SAAT musim hujan seperti sekarang ini, minuman herbal menjadi salah satu yang banyak dicari masyarakat karena sangat membantu agar tubuh tetap dalam kondisi fit dan menjadi sehat. Karena selain berkhasiat menjaga kesehatan tubuh, juga meningkatkan daya tahan atau imun tubuh dikala cuaca sedang tidak bersahabat.
Di Kota Semarang, warung minuman sederhana yang menjual minuman jahe Rempah yang cukup dikenal adalah Mbah Jo. Warung yang berlokasi di sudut Jalan Menteri Supeno, tepatnya di belakang Kompleks Gedung Gubernuran dan DPRD Jawa Tengah ini hampir tak pernah sepi oleh pelanggan penggemar minuman jahe Rempah. Jahe Rempah Mbah Jo sudah dibuka pukul 06.00 WIB-23.00 WIB. Warung sederhana dengan luas hanya 3×2 meter persegi itu, dengan tambahan meja beratap tenda di pinggir trotoarnya.
Menurut Deni, anak Mbah Jo, saat ditemui baru-baru ini, menjelaskan bahwa warung jahe Rempah Mbah Jo sudah ada sejak tahun 1996, dan saat ini sudah buka beberapa cabang yaitu di Jalan Gatot Subroto, wilayah Semarang Barat, dan di Depok, Jawa Barat.
“Sejak awal lokasi jahe Rempah Mbah Jo ya disini, tapi dulu bermula dari jualan angkringan, lalu bertahap menemukan ramuan jahe Rempah ini,” katanya.
Pengunjung yang datang menikmati jahe Rempah Mbah Jo, lanjut dia, kebanyakan mereka kembali lagi.
“Banyak yang kesini sering kembali lagi karena merasakan khasiat minuman herbal yang tubuhnya menjadi fit setelah minum disini,” imbuhnya.
“Komposisi jahe Rempah Mbah Jo sendiri, ada tanaman untuk membuat bahan jamu, seperti jahe, kencur, temulawak, kunir. Ada jeruk nipis itu yang terlihat. Dan ada racikan khususnya, terutama di gulanya dan tetep pakai gula batu dan gula jawa,” katanya menambahkan.
Sedangkan pelanggan jahe rempah Mbah Jo makin banyak, mulai dari warga lokal maupun luar kota Semarang dan sekitarnya. Bahkan, ada juga pelanggan dari mancanegara.
“Bule -bule juga kadang banyak yang minum di sini,” ujarnya.
Alan, salah satu pelanggan, dirinya sering datang ke Jahe Rempah Mbah Jo, apalagi musim hujan seperti sekarang ini. Selain itu, Jahe Rempah Mbah Jo, sampai sekarang juga sudah terkenal di Kota Semarang.
“Kalau minum jahe Rempah badan langsung terasa hangat dan jadi fit lagi. Setelah minum tambah fresh dan semangat kerja lagi, stamina pun jadi oke,” katanya.
Sebagai informasi, mengutip dari jalurrempah.kemdikbud.go.id, pengolahan minuman herbal yang terbuat dari tanaman bahan jamu sudah dilakukan masyarakat Majapahit sejak 1.035 -1.400 Masehi. Mereka mengolah jamu menjadi rebusan yang siap dikonsumsi yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Dan eksistensi jamu tertuang dalam prasasti Madhawapura peninggalan Kerajaan Majapahit. Dari sana disebutkan bahwa ada profesi bernama acaraki, sang pembuat jamu tradisional.
Beberapa tanaman yang diolah menjadi jamu oleh masyarakat Majapahit adalah bagian umbi (kunyit, jahe, kencur, lengkuas, dan temu kunci), daun (sirih, pandan, dan kangkung), batang (palasari, pule, dan kayu manis), buah (kapulaga, jeruk nipis, dan belimbing wuluh), biji (kecubung dan pala), akar (aren), hingga seluruh bagian tanaman (sambiloto). (HS-06)