in

Sempat Melambung, Harga Tembakau Kembali Turun

Proses pengeringan tembakau rajangan di Kendal.

HALO KENDAL – Memasuki masa panen raya, harga tembakau di Kabupaten Kendal sempat menembus hinga Rp 75 ribu per kilogram. Namun sudah sepekan ini harga mulai turun menjadi Rp 66 ribu per kilogram.

Hal itu yang dikeluhkan para petani tembakau di Kendal sepekan ini. Padahal menurut mereka, hasil petikan daun tembakau kali ini kualitasnya lebih bagus dibanding sebelumnya.

Salah satu petani tembakau Desa Kedung Gading, Kecamatan Ringinarum, Kendal, Ahmad Khusaini mengatakan, awal petikan tembakau, harga mencapai lebih dari Rp 60 ribu per kilogram.

“Malah di pertengahan petikan awal, harga tembakau mencapai Rp 75 ribu per kilogram. Tapi beberapa minggu terakhir harga tembakau mulai turun. Harga per hari ini Rp 66 ribu per kilogram,” ungkapnya, Senin (18/9/2023).

Padahal menurut Khusaini, kalau dilihat dari kualitasnya tembakau hasil petikan terakhir itu nikotinnya justeru lebih banyak.

“Jadi daun tembakau kalau dipegang lengket di tangan itu menandakan nikotinnya tinggi. Sehingga daun tembakaunya tergolong kualitas bagus. Saat ini kebanyakan para petani sudah mulai pemetikan daun tembakau terakhir,” jelasnya.

Khusaini berharap, harga tembakau masih bisa naik lagi. Karena jika dibanding dengan tahun lalu, rajangan daun tembakau lebih banyak dipakai tahun ini.

“Ya salah satu faktornya karena memang tidak ada hujan, sehingga membuat kualitas tembakau bagus, dan memicu harga tembakau tinggi. Meski ada juga yang hasil daunnya kerdil karena kekurangan air,” ujarnya.

Khusaini menambahkan, untuk rajangan tembakau yang sudah dikeringkan, nantinya akan diambil pengepul. Sehingga petani tidak harus menjual ke perusahaan rokok.

“Ya kami tinggal merajang, menjemur kemudian cukup dikemas dari rumah. Nanti bakul atau pembeli akan datang sendiri untuk membeli hasil tembakau kami,” imbuhnya.

Meski begitu, salah seorang petani tembakau di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung Kendal, Kasiyati merasa bersyukur karena harga jual tembakau tahun ini naik lebih dari dua kali lipat dibanding dari tahun lalu.

“Ya naik turun harga sudah lumrah terjadi. Tapi saya tetap bersyukur, Alhamdulillah hasil panen tembakau tahun ini harganya naik dibanding tahun kemarin,” ungkapnya. (HS-06)

Sejumlah Komunitas Bersihkan Sampah di Seputaran Taman Tirtonadi Blora

Resmikan Paviliun Indonesia di China-ASEAN Expo 2023, Wapres Harap Produk Indonesia Makin Mendunia