in

17 Hektare Lahan Pertanian di Kendal Alami Fuso

HALO KENDAL – 17 hektare lahan pertanian di Kabupaten Kendal mengalami fuso atau gagal panen akibat dampak dari kemarau panjang yang terjadi sampai saat ini. Sementara sepuluh hektare telah pulih dengan bantuan pipanisasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, Jumat (25/8/2023).

“Sampai hari ini ada sekitar 17 hektare lahan pertanian di Kabupaten Kendal yang terkena fuso. Sehingga petani mengalami gagal panen,” ujarnya.

Selain 17 hektare lahan pertanian tersebut, juga ada 1.238 hektare lahan produktif di 14 desa di Kendal dengan 151 hektare yang terdampak dan teracam gagal panen karena musim kemarau yang panjang. 14 desa tersebut berada di enam kecamatan.

“Yaitu di Desa Sidodadi Kecamatan Patean, Desa Sendang Sikucing di Kecamatan Rowosari, Desa Turunrejo di Kecamatan Brangsong, Desa Margosari, Tambakrejo, Kumpulrejo, Pidodo Kulon dan Pidodo Wetan di Kecamatan Patebon. Selanjutnya di Kelurahan Banyutowo, Bugangin, Balok dan Kalibuntu Wetan di Kecamatan Kendal, serta di Desa Ngampel Kulon Kecamatan Ngampel,” bebernya.

Sementara itu, Sub Koordinator Irigasi pada Dispertan Kendal, Mefri Dian Rosyida menambahkan, kemarau panjang yang terjadi saat ini juga mengakibatkan embung kekeringan.

“Embung yang terdampak kemarau ada di Desa Kumpulrejo, karena tidak bisa mencukupi air. Sehingga lahan pertanian seluas sembilan hektare di Patebon terdampak kekeringan ringan,” ujarnya. (HS-06)

 

Bupati Rembang Minta Sarjana Baru Bantu Kemajuan Daerah

Hadiri Rakernas IX JKPI, Taj Yasin Puji Kota Lama Semarang Disulap Jadi Tempat Wisata yang Nyaman