in

Penyediaan Rumah Subsidi MBR Masih Perlu Digenjot

Salah satu contoh perumahan non subsidi di wilayah Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.

HALO SEMARANG – Penyediaan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Provinsi Jawa Tengah masih perlu ditingkatkan. Menurut Ketua Penyelenggara event pameran perumahan subsidi, sekaligus Sekretaris DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Andi Kurniawan mengatakan, pembangunan rumah subsidi di wilayah Jawa Tengah mayoritas dibangun dengan tipe 30 dan 36 sedangkan luas tanah minimal 60 meter persegi. Meski masih ada rumah subsidi tipe di bawah 30 tapi sudah jarang ditemukan, khususnya di Jawa Tengah.

“Rumah subsidi minimal luas tanah 60 meter persegi, paling kecil. Untuk bangunannya bervariasi mayoritas tipe 30, 36, jarang tipe kecil. Di luar Jateng masih ada rumah tipe 21. Karena memang harga produksi tanah sudah mahal di sana,” ujarnya, baru-baru ini saat penutupan pameran perumahan Jateng Tapera Expo 2023 di Mal Ciputra Semarang.

Sedangkan harga rumah subsidi sesuai peraturan pemerintah dijual Rp 162.000.000.

“Sehingga rata-rata kalau diangsur menggunakan KPR selama 10 tahun, dikenakan besaran angsuran Rp 1,7 juta per bulan. Karena penjualan rumah subsidi tidak dikenakan PPN alias 0,” imbuhnya.

Pihaknya juga menggandeng stakeholder termasuk perbankan untuk membiayai pembelian rumah tersebut. Di sisi lain pihaknya terus menyediakan rumah dengan membangun rumah baik subsidi dan non subsidi.

“Pameran kali ini diikuti 26 developer, REI, Apernas, Impera, Apersi. Biasanya REI menyediakan rumah non subsidi, kali ini digabung dengan pengembang rumah subsidi untuk bisa menjangkau semua segmen menengah ke bawah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) maupun masyarakat menengah ke atas. Terlihat animo masyarakat cukup tinggi, kami lihat transaksi rumahnya mulai dari harga Rp 162 juta per unit sampai transaksi harga rumah mencapai Rp 1,9 miliar per unitnya,” paparnya.

Pihaknya berharap kedepan kegiatan pameran ini menjadi agenda setiap tahunnya.

“Bahkan akan diperluas lagi ke kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah, tidak hanya di Semarang dan sekitarnya. Agar dampaknya bisa diakses oleh masyarakat seperti di Solo, Kendal dan lainnya, terutama untuk kepemilikan rumah subsidi, bila perlu akan diadakan serentak di beberapa kota itu pada waktu bersamaan,” paparnya.

Salah satu pengembang yang ikut dalam pameran rumah di Mal Ciputra, yakni Perumahan Sehati Kaliwungu, Kendal. Spesifikasi rumah tipe 30 dengan luas tanah 60 meter persegi dijual Rp 162.000.000.

Dengan KPR selama 10 tahun, angsuran per bulan sebesar Rp 1,7 juta. Lalu selama 15 tahun, angsuran Rp 1,2 juta per bulan dan selama 20 tahun dengan angsuran per bulan Rp 1 juta.

Sedangkan untuk rumah non subsidi tipe 36 dengan luas tanah 72 meter persegi harga jual mulai Rp 285.000.000 sampai Rp 325.000.000. Uang muka Rp 28,5 juta sampai Rp 32,5 juta.

Dengan menggunakan KPR selama 10 tahun dengan angsuran mulai Rp 2,9 juta per bulan sampai Rp 3,3 juta per bulannya. Selama 15 tahun, angsuran perbulan mulai dari Rp 1,9 juta sampai Rp 2,2 juta. Dan selama 20 tahun dengan angsuran mulai Rp 1,8 juta sampai Rp 2 juta per bulannya. (HS-06)

 

Mudahkan Masyarakat yang Perlukan Jasa Bengkel, Dishub Kendal Segera Luncurkan ‘Si Beken’

Sukseskan Pemenangan Pemilu 2024, Puluhan Ribu Kader PDIP Bakal Kumpul di Semarang