in

Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Kecil, DKP Kendal Gelar Pelatihan Budidaya Lele

Kegiatan Pelatihan Budidaya Ikan Lele, Kegiatan Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Kecil, di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Senin (24/7/2023).

HALO KENDAL – Kebutuhan ikan lele semakin meningkat seiring meningkatnya permintaan akan ikan lele ukuran konsumsi. Seperti yang diketahui,  ikan lele sering dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari masyarakat Indonesia terutama sebagai lauk bersama nasi.

Ikan lele sangat digemari oleh masyarakat karena banyak mengandung protein sebagai pelengkap asupan gizi yang baik, meliputi kandungan protein, lemak, mineral dan air.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, drh Hudi Sambodo, dalam kegiatan Pelatihan Budidaya Ikan Lele, Kegiatan Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Kecil, di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Senin (24/7/2023).

“Budidaya tersebut menjadi peluang untuk mendorong peningkatan produksi lele nasional. Oleh karena itu untuk mencapai peluang itu, para pengusaha harus mulai memahami pentingnya teknik budidaya ikan yang baik dan benar,” ujarnya.

Menurut Hudi, cara budidaya ikan lele merupakan salah satu cara yang sangat penting di masa sekarang. Budidaya ikan lele saat ini sudah banyak sekali yang menggunakan metode terbaru dengan baik dan benar.

Dijelaskan, budidaya lele merupakan kegiatan pemeliharaan pembesaran ikan lele dari yang berukuran kecil (benih) sampai ukuran konsumsi.

“Keuntungan dalam melakukan budidaya lele, yaitu dараt dibudidayakan dilahan dan sumber air уаng terbatas dеngаn padat tebar tinggi. Kemudian teknologi budidaya relatif mudah dikuasai оlеh masyarakat, pemasarannya relatif mudah dan modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah,” jelas Hudi.

Ikan lele biasanya sudah dapat dipanen setelah tiga bulan semenjak benih lele disebar. Proses panen ikan lele dapat dilakukan dengan menyortir ikan yang layak dikonsumsi atau telah memiliki ukuran 4-7 ekor per kilogram atau sesuai dengan keinginan pembeli.

“Sebelum menebar benih baru, ada baiknya kita bersihkan kolam untuk mengurangi kotoran atau sisa makanan ikan lele sebelumnya. Dengan membersihkan kolam, kita juga dapat mengetahui apakah masih ada ikan lele yang tertinggal karena jika masih ada ikan di dalam kolam dan kita telah menebar benih baru, maka benih lele baru akan habis di makan ikan lele yang siap panen tersebut,” beber Hudi.

Sementara narasumber Dosen Akuakultur FPIK Undip, Dr Ir Fajar Basuki MS dalam pemaparan Potensi Bisnis dan Teknolgi Tepat Guna pada Budidaya Ikan Lele mengatakan, biasanya para pembudidaya akan mengalami harga pakan yang selalu naik. Untuk itu pembudidaya ikan harus kreatif dengan membuat alternatif pakan mandiri.

“Membuat pakan alternatif dengan jenis pakan yang diberikan akan memberi dampak yang cukup signifikan pada tumbuh kembang ikan lele. Dalam memilih pakan, kita harus memilihnya sesuai kebutuhan dan usia ikan lele,” terangnya.

Fajar menjelaskan, dalam kegiatan budidaya lele ada tiga pokok peluang bisnis yang bisa dikelola jika benar-benar ingin dikembangkan.

“Yaitu pembenihan, pembesaran, dan pakan. Selain itu, ada juga bisnis lain yang dapat dilakukan dan berkaitan dengan budidaya lele, yakni bisnis obat ikan yang pastinya sangat dibutuhkankan oleh para pembudidaya,” ujarnya.

Menurut Fajar, banyak masyarakat yang mencoba untuk memulai usaha di bidang budidaya perikanan, salah satunya jenis lele. Dikarenakan jenis ikan ini menjadi kecintaan banyak kalangan. Selain itu dari nilai gizi, rasa yang nikmat, diminati oleh konsumen, dan mudah dibudidayakan.

Ditambahkan, produk-produk lele saat ini juga semakin berkembang, tidak hanya dalam bentuk lele segar yang digoreng pada umumnya.

“Namun ada juga yang dikemas dalam bentuk abon, mangut, keripik, hingga lele asap. Hal itu membuktikan, peluang usaha budidaya ikan lele tidak hanya berfokus pada pembesaran dan pembenihan saja, tapi juga sudah berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan,” imbuh Fajar. (HS-06)

Makin Banyak Balapan Kian Menarik

Puncak Musim Kemarau di Kota Semarang Diperkirakan Agustus-September, Ini Imbauan BMKG