HALO KENDAL – Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Kendal, RSUD dr H Soewondo Kendal telah membuka layanan tindakan untuk Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), yaitu solusi pemecah batu ginjal dan batu saluran kemih tanpa operasi (tanpa pembedahan tanpa pembiusan).
Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Saikhu, Kamis (13/7/2023). Menurutnya, ESWL adalah pilihan pengobatan yang biasanya disarankan bagi pasien dengan keluhan sakit batu ginjal.
“Jadi ESWL merupakan alternatif pembuangan batu ginjal tanpa tindakan pembedahan. ESWL adalah kumpulan gelombang kejut yang dihasilkan oleh mesin yang disebut lithotripter,” terangnya.
Saikhu menjelaskan, cara kerja ESWL adalah gelombang kejut difokuskan oleh sinar-X ke batu ginjal dan berjalan ke tubuh melalui kulit dan jaringan, mencapai batu di mana mereka memecahnya menjadi fragmen kecil.
“Selama beberapa minggu setelah perawatan, potongan-potongan kecil itu dikeluarkan dari tubuh dalam urine. Oleh karenanya, tindakan ESWL cocok untuk pasien yang memiliki batu ginjal dengan ukuran diameter maksimal dua sentimeter,” jelasnya.
Untuk layanan kami buka setiap hari Senin – Jumat. Melayani pasien, baik umum maupun pasien yang menggunakan BPJS,” imbuh Saikhu.
Sementara itu, Spesialis Urologi RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Adhitya Fajar P MKedKlin Sp U memaparkan, ada tiga jenis gelombang ESWL, yaitu electromagnetik, piezoelectrik dan electrohydrolic.
“Untuk gelombang electromagnetik, yaitu diafragma datar bergerak secara impulsif oleh kekuatan elektromagnetik dan menghasilkan gelombang yang flat atau datar. Gelombang kejut difokuskan melalui reflector atau probe,” ujarnya.
Sementara gelombang piezoelectrik, lanjut Adhitya adalah gelombang kejut yang dihasilkan oleh permukaan lapisan piezo, yang dirangsang untuk menghasilkan gelombang kejut.
“Sedangkan untuk gelombang electrohydrolic adalah menghasilkan gelombang kejut tegangan tinggi dengan menggunakan teknologi electrode berupa smartrode dengan media penghantar air,” paparnya.
Adhitya menyebut, dalam prosedur beberapa kasus, ketika lokasi batu ginjal pasien sudah diketahui secara jelas, prosedur ESWL dapat berlangsung lebih cepat sekitar maksimal 1 jam.
“Prosedur pelaksanaan tindakan ESWL memakan waktu yang singkat sekitar 45-60 menit. Diawali dengan dengan pemosisian pasien agar posisi gelombang kejut tepat pada batu ginjal. Tindakan ini dapat dilakukan dengan ataupun tanpa pembiusan,” jelasnya.
Meski cukup efektif untuk pasien dengan sakit kandung kemih akibat sumbatan batu ginjal, namun pengobatan ini menurut Adhitya tidak disarankan untuk pasien dengan kondisi, di antaranya bermasalah dengan ginjalnya, misalnya ada infeksi pada ginjal atau kanker ginjal.
Kemudian memiliki gangguan perdarahan yang menyebabkan darah yang keluar susah berhenti, berlebihan, atau tidak normal dan ada fungsi atau struktur empat ginjal yang abnormal.
“Selain itu juga tidak disarankan untuk pasien yang sedang hamil. Karena sinar-X dan gelombang suara yang digunakan ESWL berisiko menganggu kesehatan kandungan,” imbuh Adhitya.
Setelah prosedur ESWL dijalankan, pasien akan dirawat selama beberapa jam sebelum diperbolehkan pulang disarankan untuk memperbanyak minum air putih, untuk memperlancar pembuangan sisa-sisa batu.
Kemudian Adhitya juga mengingatkan, keluhan atau efek samping sesudah ESWL yang mungkin timbul, biasanya adalah rasa sakit saat batu ginjal keluar melalui saluran kencing.
“Jika rasa sakitnya tak tertahankan dapat mengkonsumsi obat yang sudah diresepkan atau hubungi dokter untuk mendapatkan obat tambahan. Selalu konsultasikan terlebih dulu dengan dokter sebelum memilih untuk menjalani pengobatan ESWL,” kata dia. (HS)