HALO SEMARANG – Sebanyak 10 hotel di kawasan The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali akan menjadi tempat menginap tamu negara kategori VIP dan VVIP yang dijadwalkan menghadiri World Water Forum ke-10 pada 18-25 Mei 2024.
Selain hotel, Pemerintah RI juga menyediakan 440 mobil listrik khusus untuk transportasi kepala negara dan delegasi.
Kesiapan hotel tersebut disampaikan General Manager PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) I Made Agus Dwiatmika di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, baru-baru ini.
“Hingga saat ini ada tujuh hotel untuk tamu VVIP dan tiga hotel untuk tamu VIP dan para delegasi,” kata I Made Agus Dwiatmika, seperti dirilis kemenparekraf.go.id.
Seluruh hotel yang terkonfirmasi itu, sedang meningkatkan kesiapan fasilitas maupun sistem pengamanan, termasuk pengadaan mesin pemindai atau X-ray dan portal pemeriksaan keamanan atau security door.
Kawasan The Nusa Dua, memiliki total sekitar 5.485 kamar, yang tersebar di 22 hotel bintang lima dan vila mewah serta memiliki fasilitas ruang pertemuan yang dapat menampung sekitar 21.000 delegasi.
Selain di hotel, fasilitas khusus ruang pertemuan tersebut juga ada di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) dan Bali International Convention Center (BICC) yang menjadi lokasi utama World Water Forum ke-10.
Ia menambahkan BICC akan menjadi lokasi pertemuan para kepala negara yang dijadwalkan 20–21 Mei 2024.
Acara itu akan dilanjutkan dengan pertemuan bersama penanggung jawab proses politik, tematik, dan regional serta pertemuan bilateral beberapa kepala negara menyangkut masalah air.
Sementara itu, di gedung BNDCC, BICC dan pusat perbelanjaan Bali Collection Nusa Dua serta di Pantai Kuta juga akan menjadi lokasi pembukaan pameran pada 20–25 Mei 2024.
Parade budaya juga dijadwalkan dilaksanakan di kawasan The Nusa Dua pada 20 Mei 2024 pukul 17.00-18.00 WITA.
“Pawai budaya itu akan menampilkan berbagai atraksi seni budaya yang akan memesona para delegasi dan menambahkan sentuhan lokal pada acara tersebut,” katanya.
Sementara itu, dari sisi keamanan ITDC juga memiliki pusat kendali atau command center yang menawarkan fasilitas modern untuk memastikan keamanan dan koordinasi yang efisien selama penyelenggaraan World Water Forum ke-10.
Fasilitas itu dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) terintegrasi, monitor televisi, radio komunikasi terintegrasi, tautan sistem informasi dengan BMKG dan BNPB berupa sistem peringatan dini tsunami, gempa bumi, dan cuaca ekstrem.
Selain itu, satuan pengamanan ITDC yang diperkuat dengan sistem pengamanan mengerahkan anjing pelacak (K9), unit pemadam kebakaran dan patroli kawasan.
“Melalui kerja sama dan inovasi, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masa depan bumi,” imbuhnya.
Mobil Listrik
Selain hotel, sebanyak 440 mobil listrik juga disiapkan untuk penyelenggaraan WWF ke-10 ini.
Mobil-mobil tersebut, beberapa waktu lalu telah tiba di Pelabuhan Benoa.
“Kami memberikan layanan terbaik sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap kegiatan penting World Water Forum ke-10,” kata Sub Regional Head Bali dan Nusa Tenggara Fariz Hariyoso, di Denpasar, belum lama ini.
Sebanyak 440 mobil listrik tersebut dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menuju Pelabuhan Benoa.
Ratusan mobil baru dan mewah itu diangkut menggunakan Kapal Motor (KM) Aishakamilah sekali pelayaran menuju Pulau Dewata.
Kapal jumbo dengan cat warna merah itu sandar di Pelabuhan Benoa pada Selasa (7/5/2024) dan proses bongkar muat 440 mobil listrik itu dilakukan hingga Rabu.
Mobil listrik yang dikirim khusus untuk Word Water Forum ke-10 itu memiliki empat merek produksi perusahaan otomotif dunia.
Kendaraan listrik itu kemudian diturunkan melalui pintu rampa (rampdoor) kapal tersebut satu per satu.
Mobil kemudian dicek oleh petugas terkait dan kemudian dibawa menuju lokasi parkir Pelabuhan Benoa, Denpasar sebelum dipindahkan ke lokasi utama penyelenggaraan Forum Air Dunia itu di Nusa Dua, Kabupaten Badung.
World Water Forum merupakan pertemuan internasional yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan pada sektor sumber daya air, mulai dari pemerintah, parlemen, pemimpin politik, lembaga multilateral, politisi, akademisi, masyarakat sipil, pelaku usaha, dan lain sebagainya.
Pertemuan ke-10 di Bali bertema “Air untuk Kesejahteraan Bersama” dijadwalkan dihadiri oleh sekitar 35 ribu delegasi dari 193 negara di dunia.
Forum ini mengusung enam sub-tema utama yakni ketahanan dan kesejahteraan air, air untuk manusia dan alam, pengurangan dan pengelolaan risiko bencana, tata kelola, kerja sama, dan hidro-diplomasi, pembiayaan air berkelanjutan, dan pengetahuan dan inovasi. (HS-08)