in

Tanoto Foundation Perkuat Pengembangan Pengasuhan dan Stimulus Anak Usia Dini di Kota Semarang

Lead Tanoto Foundation wilayah Jawa, Anang Ainur Roziqin memberikan kenang kenangan kepada Ketua TP PKK Kota Semarang Lis Iswar Aminuddin sebagai pembicara terkait Pengasuhan dan Stimulasi Anak Usia Dini, Jumat (26/6/2026).

HALO SEMARANG – Tanoto Fundation merupakan
organisasi filantropi independen yang memfasilitasi mitra, komunitas, dan praktisi dunia pendidikan dalam upaya pengembangan pengasuhan dan stimulasi anak usia dini, salah satunya dilakukan di Kota Semarang.

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan mitra sebagai narasumber yaitu Ketua TP PKK Kota Semarang, Lis Iswar Aminuddin dan fasilitator dari UIN Walisongo Nur Hisyam.

Menurut Lis, pemenuhan esensial tumbuh kembang anak usia dini di Kota Semarang telah mengintegrasikan pemenuhan gizi, pendidikan, kesehatan dan perlindungan anak dalam satu ekosistem layanan secara terintegrasi, sistematis dan berkesinambungan.

“Artinya, adanya intervensi pemerintah dalam penanganan stunting, layanan pendidikan PAUD yang berkualitas, dari sisi kesehatan berupa pemantauan tumbuh kembang anak dan perlindungan hak anak dan akta kelahiran,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu diperkuat lagi dengan adanya regulasi atau payung hukum yaitu Perwal No 65 tahun 2021 tentang Penyelenggaran Pengembangan Anak Usia Dini Holistik- Integratif (PAUD) HI pada Satuan Pendidikan. Dimana dalam Perwal ini untuk menjamin kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini yang optimal secara terintegrasi merupakan upaya penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Layanan yang diberikan mulai rumah Pelita, rumah SIGAP, dan rumah Inspirasi memberikan ruang belajar anak inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Rumah SIGAP memberikan program stimulus menargetkan periode usia 0-3 tahun masa kritis perkembangan otak yang tidak boleh terlewatkan. Dan Rumah Pelita untuk intervensi penanganan stunting, pemantauan, edukasi dan dukungan nutrisi berbasis keluarga,” paparnya.

Data di Kota Semarang ada sebanyak 151 ribu anak usia dini, dan layanan berupa fasilitas PAUD mencapai 1.200 unit.

Tak hanya itu, kata dia, pemerintah kota juga telah menyediakan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), yaitu di titik taman asuh anak -anak sebagai tempat permainan yang disinergikan dengan pembangunan taman, dimana ada orangtua atau pengasuh yang mendampingi anak sekaligus saat mereka bermain di taman.

“Karena anak -anak usia dini tidak boleh dibebankan dan dituntut untuk belajar membaca dan berhitung.
Di kota Semarang perlu dipersiapkan dan dimaksimalkan memperkuat pengasuhan anak, dimulai dari sejumlah taman seperti di Taman Kedondong, dan di Taman Manyaran deket rumah dinas wakil walikota semarang yang digunakan taman asuh anak,” imbuhnya.

Memang saat ini, banyak orangtua yang belum cukup tinggi terkait pemahaman pengasuhan baik dari literasi digital maupun komunitas parenting.

“Biasanya anak mereka dititipkan ke kakek dan nenek untuk mengasuhnya saat mereka bekerja . Meski begitu, sebaiknya anak tetap ada pembelajaran, seperti pelatihan, dari hal ringan diajari menaruh tas ditempatnya, dan cara makan yang baik dan lainnya saat disuh pengasuhnya,” katanya

Sementara Nur Hisyam, fasilitator Tanoto Foundation menjelaskan, praktik baik pengasuhan dan stimulus anak usia dini tidak hanya menjadi tanggungjawab dari ibu. Padahal, peran ayah juga penting untuk mendampingi dan pengasuhan anak usia dini.

“Karena sosok ayah memberikan edukasi dan rasa aman bagi anak anaknya. Selain hadir di lingkungan anak, mereka bertanggungjawab untuk memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi ketika anak anak mulai tumbuh, dan terkait resiko hubungan sosial di lingkungan pergaulan anak,” paparnya. (HS-06)

 

Berkah Gebyar 10 Muharram, Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah Kendal Salurkan Santunan untuk Yatim Piatu dan Duafa

Jateng Fair 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Ahmad Luthfi Jadikan Ajang Etalase Inovasi dan Investasi Jawa Tengah