in

Warga Klapagading Terganggu Bau Tak Sedap Tempat Pengelolaan Sampah

Warga Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas mendatangi Hanggar Sampah Wangon, Selasa (30/5/2023).
Warga Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas mendatangi Hanggar Sampah Wangon, Selasa (30/5/2023).

HALO BANYUMAS – Terganggu dengan bau tak sedap dari sampah, warga di Desa Klapagading, yang berbatasan dengan Desa Banteran, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas mendatangi Hanggar Sampah Wangon, Selasa (30/5/2023).

Sebanyak 10 perwakilan warga dari RT 3, 4, dan 5 di RW 7 didampingi Kepala Dusun Citomo, Desa Klapagading, Mahfud Arif Alfajri, bersama Kapolsek Wangon, AKP Wawan diterima penanggungjawab Plan RDF Hanggar Sampah Wangon, Sulistiyono.

Kadus Citomo, Mahfud Arif menjelaskan, warga sekitar Hanggar Sampah Wangon sejak tahun 2021 terdampak bau busuk sampah. Terutama menjelang pukul 15.00 WIB bau menyengat mulai menyebar, terlebih lagi jika udara lembab. Kondisi ini diperparah jika angin kencang.

“Sejak musim hujan beberapa waktu lalu, khususnya sore hari bau menyengat menyebar ke mana-mana. Untuk itu, kami meminta kepada pihak terkait untuk dapat menindaklanjuti. Supaya udara kembali segar dan tak berbau,” jelasnya.

Sementara salah seorang warga, Miftahudin yang rumahnya berdekatan dengan Hanggar Sampah Wangon mengungkapkan, dirinya meminta ada penanganan dan langkah nyata dari pemerintah mengatasi dampak bau busuk sampah yang ditimbulkan.

Dijelaskan, sudah terlalu sering bau busuk yang ditimbulkan oleh sampah dari hanggar tersebut. Ia pun berharap, supaya hanggar bisa dijauhkan dari permukiman warga.

“Sudah terlalu sering kami menghirup bau tak sedap sampah, kadang bila sedang santai dan ada tamu atau pengajian tau-tau ada sampah, dan dampaknya dada juga serasa sesak karena menahan bau,” ungkap Miftahudin.

Warga berharap, harus ada upaya lebih keras untuk dapat mengatasi bau sampah yang menyengat. Supaya tidak menjadi persoalan setiap sore hari, yang sering menyebar keluar hingga ke permukiman warga.

Menanggapi apa yang disampaikan para warga Desa Klapagading, penanggungjawab Plan RDF, Sulistiyono berjanji akan segera mengatasi apa yang menjadi keluhan warga sekitar.

“Kami selaku penanggungjawab di sini memohon maaf apabila warga dibuat resah karena bau sampah dari Hanggar Sampah. Kami akan segera mengatasi dan mudah-mudahan dalam dua hari ini tidak ada bau menyengat lagi,” ujarnya.

Sulistiyono menjelaskan, bau menyengat tersebut timbul akibat adanya tumpukan sampah yang melebihi kapasitas hanggar dan kebetulan sampah baru.

“Langkah awal yang kami lakukan, yaitu menutup sampah dengan terpal, supaya tidak menimbulkan bau busuk sembari mendapat solusi dari dinas terkait,” jelasnya.

Sulistiyono menyebut, peningkatan sampah di Hanggar Desa Banteran belakangan ini mengalami overload. Sampah yang seharusnya minimal sembilan kali dikirim ke tempat lain dalam sehari, namun hanya enam kali. Menurutnya, akibat adanya pengurangan jumlah armada dan supir pengangkut sampah.

“Harusnya kami sebagai pengelola bisa mengangkut sampah minimal sembilan kali jalan. Namun karena armada truknya yang semula ada dua, kini hanya tinggal satu unit, sehingga sampah tidak tercover dengan maksimal,” ungkapnya.

Sementara Camat Wangon, Arief Effendi mengaku, pihaknya sudah sering menerima pengaduan dari warga, yang merasa resah dengan bau menyengat yang diduga dari Hanggar Sampah di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Banyumas.

Bahkan, lanjutnya, beberapa waktu lalu telah dilakukan mediasi dengan warga terdampak dan pihak terkait di Balai Desa Banteran, untuk membicarakan antisipasi bau menyengat.

“Kami telah berupaya menindaklanjuti sebelumnya. Tapi karena tidak teratasi, tidak ada solusi, maka kami menginisiasi pertemuan warga Desa Klapagading dengan bapak Bupati di Pendopo Sipanji dalam pekan ini,” ujar Arief.(HS)

Enam Kepala OPD Kosong, Pemkab Kendal Buka Pendaftaran Seleksi JPT

Kebijakan Golden Visa akan Tarik Talenta Berkualitas