in

Pemkab Temanggung Lakukan Pendalaman Dugaan Keracunan MBG

SPPG Tlogorejo 001. (Foto : temanggungkab.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Temanggung, masih mendalami kasus dugaan keracunan massal dalam pelaksanaan program MBG di sejumlah sekolah di Temanggung

Pendalaman dilakukan dengan memeriksa sampel makanan, untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan di sejumlah sekolah tersebut.

Sekda Temanggung, Tri Winarno mengatakan, data sementara tercatat 232 orang mengalami gejala keracunan dan tiga orang sempat dirawat di rumah sakit.

“Dari tiga pasien, satu siswa sudah pulang. Saat ini, masih ada satu siswa dan satu guru dari SMP Negeri 4 Temanggung yang dirawat di RSUD Temanggung,” kata Triwin, Kamis (21/5/2026), seperti dirilis temanggungkab.go.id.

Sekda menyampaikan, ratusan siswa, guru dan tenaga pendidikan di kabupaten tersebut mengalami dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG Tlogorejo 001. Mereka mengalami gejala mual, muntah, diare, sakit perut hingga pusing.

PIC SMPN 4 Temanggung, Ismualim mengatakan, di sekolahnya gejala muncul sekitar empat hingga lima jam setelah siswa mengonsumsi paket MBG pada Senin (18/5/2026).

Menu makanan hari itu terdiri atas nasi kuning, telur dadar, abon, orek tempe, tomat, mentimun dan semangka.

Ia menjelaskan, sekolah menerima sekitar 600 paket makanan pada pukul 10.00 WIB, namun pada sore hari dan keesokan harinya banyak siswa mulai mengeluh diare, mual, muntah dan sakit perut.

“Hasil pendataan menunjukkan 232 siswa, guru dan tenaga administrasi mengalami gejala gangguan pencernaan,” tuturnya, sembari mengatakan dirinya menjadi salah satu guru yang mengalami dugaan keracunan.

Ia menyebut, selain SMPN 4 Temanggung, laporan dugaan keracunan juga muncul dari SD Negeri Tlogorejo, SMP Al Kautsar dan SMK HKTI.

Plt Kepala SMPN 4 Temanggung, Tri Marwanti berharap, pihak penyedia MBG lebih teliti sebelum makanan dibagikan kepada siswa.

Sementara itu, Korwil SPPG Temanggung, Ulfi Rizki Asmarani mengatakan, operasional SPPG Tlogorejo 001 dihentikan sementara untuk evaluasi sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Dinkes.

“Distribusi MBG sementara dihentikan sampai hasil laboratorium keluar,” ujarnya.

Ia menyebut, paket MBG pada Senin tersebut didistribusikan kepada 2.061 penerima di 14 sekolah.

Kepala SPPG Tlogorejo 001, Soleh Jamaludin, mengatakan pihaknya langsung mendatangi sekolah setelah menerima laporan kejadian dugaan keracunan. (HS-08)

Kasus LSD dan PMK di Temanggung Terkendali, Peternak Tetap Diminta Waspada

Perkuat Layanan Kesehatan, RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara Resmikan Gedung Rawat Inap dan Poliklinik Terpadu