HALO KENDAL – Rasa durian lokal dari Kabupaten Kendal tidak kalah dengan durian dari daerah lain. Karena selain memiliki rasa yang manis, durian Kendal juga dikenal daging yang cukup tebal.
Hal itu diperkuat dengan banyaknya perkebunan durian di daerah dataran tinggi Kabupaten Kendal. Seperti di Kecamatan Singorojo, Boja, Limbangan, Pageruyung, Sukorejo, Plantungan dan Patean, memiliki potensi alam yang luar biasa. Salah satunya sebagai penghasil buah durian.
Lahan di beberapa wilayah tersebut, oleh masyarakat yang menjadi petani dimanfaatkan sebagai komoditi penghasil buah durian, yang mana sebagai penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Tak ayal di sepanjang jalan menuju daerah-daerah tersebut, banyak warga yang menjual hasil panen duriannya, kepada pengendara maupun masyarakat yang melintas.
Salah satu petani durian di Desa Trayu, Kecamatan Singorojo, Kendal, Bukhori mengungkapkan, setiap akhir dan awal tahun tepatnya pada bulan November hingga Januari petani di desanya memanen buah durian.
“Panen buah durian biasanya kami lakukan di akhir hingga awal tahun. Alhamdulillah hasil panen kali ini cukup lumayan banyak pohon durian yang berbuah,” ungkapnya, saat ditemui di kebun durian Desa Trayu, Kamis (18/1/2024).
Bukhori menjelaskan, proses pemanenan buah durian ini yang pertama dilakukan pengencangan atau mengikat buah durian terlebih dahulu satu sebulan sebelumnya.
“Hal itu supaya buah durian sudah matang tidak langsung jatuh ke tanah, melainkan masih menyangkut di tali, kemudian kami tinggal mengambil buahnya. Karena buah durian tidak bisa matang pohon secara bersamaan. Sehingga setiap dua hingga tiga hari harus dilihat dan dipanen,” ungkapnya.
Menurut Bukhori, untuk rasa dari buah durian lokal Kendal tidak kalah dengan daerah lain. Pasalnya, buah durian asal Kendal miliki rasa yang manis dan dagingnya cukup tebal. Membuat banyak dari masyarakat Kendal hingga luar daerah datang untuk membelinya.
“Untuk kisaran harga durian yang kami jual sangatlah terjangkau. Mulai dari harga Rp 30.000 hingga Rp 100.000 per buah. Tergantung besar kecilnya buah durian tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pedagang durian, Suharto yang berjualan di perempatan Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, atau tepatnya di Jalan Raya Kaliwungu-Boja Kabupaten Kendal mengaku, meski baru mencoba berjualan durian, namun dirinya senang, karena dagangannya laris terjual.
“Kalau saya kulakan duriannya dari Boja. Alhamdulillah banyak yang suka. Karena kata pembeli selain rasanya manis, juga duriannya legit,” ungkapnya. (HS-06)