in

Usai Dilantik, Farhat Akan Optimalkan Pengadilan Berteknologi di PA Kelas IA Kendal

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua Pengadian Agama (PA) dari sebelumnya dijabat Amar Hujantoro kepada Ahmad Farhat, yang dilaksanakan di salah satu agrowisata di Kendal, Kamis (4/7/2024).

HALO KENDAL – Pengadilan Agama Kelas IA Kendal menggelar Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua Pengadian Agama (PA), dari sebelumnya dijabat Amar Hujantoro kepada Ahmad Farhat yang dilaksanakan di salah satu agrowisata di Kendal, Kamis (4/7/2024).

Usai dilantik, kepada awak media Ahmad Farhat mengungkapkan, pengadilan berteknologi sudah ditetapkan Mahkamah Agung. Sehingga seluruh PA berkewajiban melaksanakannya.

“Untuk PA Kendal sendiri sebenarnya telah lama dimulai, dan kayaknya harus kita tingkatkan. Jadi pengadilan elektronik, kemudian pengadilan e-cod elitigasi yang melibatkan kehadiran elektronik, itu selalu kita upgrade, dan kita tingkatkan,” ujarnya.

Saat ditanya apakah ada inovasi yang akan diterapkan setelah menjabat Ketua PA Kelas IA Kendal, Farhat menyebut, dirinya akan meneruskan dulu program dari pejabat lama. Namun ke depannya dipastikan akan ada inovasi-inovasi yang diterapkan.

“Pasti nanti ada inovasi-inovasi baru, karena kita akan mengikuti WBBM (wilayah birokrasi bersih melayani-red) dan segala macamnya persiapan itu, mau tidak mau menuntut kita untuk menciptakan IT-IT baru, terobosan baru, untuk kelancaran pelaksanaan pelayanan terhadap masyarakat pencari keadilan,” jelasnya.

Sekda Kabupaten Kendal, Sugiono yang hadir dalam acara mengucapkan terima kasih kepada pejabat yang lama, dan mengucapkan selamat datang kepada pejabat yang baru dilantik menjadi Ketua PA Kelas IA Kendal.

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Amar, yang telah bersama-sama dengan kita selama 18 bulan di Kabupaten Kendal ini. Banyak yang telah beliau lakukan, salah satunya kemarin menggelar Isbat Nikah dan lain sebagainya. Artinya pelayanan yang diberikan sangat bagus,” ujarnya.

Sekda berharap kepada pejabat yang baru, untuk meningkatkan kolaborasi yang telah berjalan bersama pemerintah daerah selama ini, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik.

Ia juga menyampaikan harapan, pengadilan menjadi tempat yang ramah, bukan sebagai tempat yang menakutkan. Supaya orang merasa nyaman saat akan mengurus terkait masalah peradilan di Pengadilan Agama.

“Tapi pengadilan itu menjadi tempat yang menyenangkan, inklusif dan modern. Sehingga orang akan menyelesaikan permasalahan di pengadilan itu tidak merasa takut. Karena permasalahan itu harus diselesaikan dengan tuntas,” ungkapnya. (HS-06)

 

Perlawanan Seni Tradisi Melalui Pentas “Sang Panggung” Garapan Teater Lingkar

DJP Gelar Pelatihan Keuangan dan Perpajakan untuk Pengusaha Penyandang Difabel