HALO KENDAL – Setelah sukses menyelenggarakan program Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA) 2 gelombang 1 pada bulan Juli lalu, Majelis Ekonomi Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kendal kembali mengadakan SWA 2 gelombang 2, di Gedung PD Muhammadiyah/UMKABA Kendal, Sabtu-Minggu (26-27/8/2023).
Acara workshop diikuti warga Aisyiyah dari tiap-tiap kecamatan se-Kabupaten Kendal. Dengan masing-masing gelombang sebanyak 50 orang, yang telah diseleksi terlebih dahulu.
Dalam acara tersebut, penyelenggara kembali menghadirkan nara sumber pengusaha muda sukses sekaligus dosen, Lilik Gianto Alie SE MM, Owner dari PT Alsit Cilam Sejahtera, yang memfasilitasi/menjual paket untuk usaha air minum isi ulang, laundry, makanan kebab dan lain-lain di seputaran Kota Kendal.
Selain itu, Alie juga membuka konsultasi untuk solusi peluang usaha secara gratis, dalam rangka membantu masyarakat yang merasa kebingungan saat memulai usaha dan orang yang jadi korban PHK beberapa waktu belakangan ini.
Pada kesempatan pemaparan materi, dirinya menjelaskan tujuh kesalahan pengusaha pemula dan tindak lanjutnya. Yang pertama, menurut Alie, jangan asal action, atau jangan asal jadi pengusaha hanya karena hasutan dari orang lain.
“Jangan jadi pengusaha hanya karena terkompori orang lain. Apalagi ada yang bilang jadi pengusaha itu enak. Oleh karena itu, kalau jadi pengusaha jangan hanya untuk action. Pelajari dulu ilmunya, pelajari hal-hal yang berkaitan dengan bisnis yang akan kita jalani,” tandasnya.
Yang kedua, jangan jadi pengusaha hanya karena ikut-ikutan. Alie mencontohkan, ada orang lain menjual produk dan laris kemudian ikutan jualan produk yang sama, atau ada orang lain jualan makanan, kemudian ikutan jualan makanan.
“Carilan passion kita itu apa. Mulailah dari passion diri, kemudian jalani bisnis dengan penuh gairah dan semangat, baru kemudian dikembangkan atau dibesarkan bisnis kita tersebut,” lanjutnya.
Yang ketiga, jangan mudah percaya dengan orang lain. Karena bisnis adalah bisnis. Apalagi mengajak kerja sama dengan segala iming-iming. Seharusnya perlu dibangun kerja sama yang jelas. Karena jika tidak jeli, maka akan merugikan diri sendiri.
Yang keempat, imbuh Alie yaitu jangan cepat ingin mendapat hasil. Menurutnya hal itu yang banyak terjadi. Karena banyak pengusaha pemula yang berharap hasil instan. Nikmati prosesnya, karena menikmati proses bisnis adalah bagian dari meraih kesuksesan.
“Jika kita ingin cepat meraih hasil, maka bisa jadi bisnis kita juga akan berlangsung cepat selesai alias bangkrut. Apalagi menjalaninya tanpa proses yang tidak seharusnya. Pasti akan lebih cepat selesainya,” tandasnya.
Yang kelima adalah penyakit yang banyak terjadi, menurut Alie yaitu banyak gaya. Dirinya mencontohkan, ada yang baru mulai bisnis, profit masih kecil, tapi langsung beli mobil atau beli rumah.
“Hiduplah sesimpel mungkin. Jangan pengin terlihat kaya, padahal kekurangan. Hiduplah sederhana, tapi bukan berarti tak punya uang,” imbuhnya.
Kemudian yang keenam, lanjut Alie, adalah jangan mudah berutang. Karena di beberapa kasus, pebisnis pemula gampang sekali berutang.
“Usahakan hindari utang, untuk menghindari kesengsaraan di kemudian hari. Tapi itu tergantung mental kita semua. Bisa tidak kita melawan godaan banyaknya penawaran utang yang datang menggoda,” pesannya.
Untuk yang ketujuh, menurut Alie adalah yang menjadi masalah utama kehancuran seorang pebisnis, yaitu buta finansial. Karena seorang pemilik bisnis atau owner harus mengetahui terkait finansial bisnisnya.
“Meleklah finansial, belajarlah keuangan bisnis, untuk mengetahui kondisi keuangan bisnis kita. Apalagi banyak cara untuk belajar melek finansial. Jadi saya tekankan, itu sangat penting sebagai bisnis owner, sehingga bisa mengetahui kondisi keuangan bisnis kita,” tandasnya lagi.
Sementara itu panitia acara, Ketua SWA Kendal, Yati Soeyadi, sekaligus selaku owner Kitamart Tlahab Kendal mengapresiasi materi yang disampaikan nara sumber Alie. Menurutnya apa yang dipaparkan mudah dipahami.
“Setelah dalam sesi sebelumnya Pak Alie memberikan materi terkait manajemen operasional usaha berbasis aplikasi digital, di sesi ini memberikan materi terkait tujuh kesalahan pengusaha pemula dan tindak lanjutnya. Sangat menginspirasi sekali,” ungkapnya.
Senada diungkapkan salah seorang peserta, Maslin, warga Cepiring. Menurutnya, dengan mengikuti kegiatan SWA ini, bisa menambah ilmu dan nantinya akan diterapkan kepada tetangga dan juga rekan-rekan sesama pengusaha pemula.
“Selain itu, bisa membuka usaha yang lebih maju untuk ke depannya. Saya berterima kasih sekali kepada SWA yang telah menghadirkan narasumber Pak Alie. Kegigihan dan semangat beliau dalam mengembangkan wirausahanya bisa menjadi inspirasi dan contoh pengusaha pemula,” ungkapnya.(HS)