in

Tokoh Lintas Ormas dan Ulama Gelar Deklarasi Indonesia Damai di Masjid Kauman Semarang

Sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi Islam di Kota Semarang menggelar Deklarasi dan Doa Bersama Indonesia Damai di serambi Masjid Agung Semarang (MAS) atau Masjid Kauman, Senin (1/9/2025).

HALO SEMARANG – Sejumlah tokoh masyarakat dan ulama dari berbagai organisasi dan lembaga Islam di Kota Semarang, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, MUI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Komunikasi Silaturahmi Bersama (FKSB), hingga Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), berkumpul dalam kegiatan Deklarasi dan Doa Bersama Indonesia Damai. Acara ini digelar bertepatan dengan peringatan Maulidurrosul Muhammad SAW di serambi Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman), Senin (1/9/2025).

Turut hadir Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, jajaran Pemkot Semarang, serta unsur TNI-Polri. Ratusan jemaah majelis maulid juga memenuhi area masjid, menjadikan suasana semakin khidmat.

Imam Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail LC, menegaskan bahwa kebersamaan para tokoh lintas ormas dan iman merupakan bentuk komitmen menjaga kondusivitas Kota Semarang.

“Beberapa hari ini kita prihatin melihat kondisi negeri yang coba dicemari segelintir orang dengan tindakan anarkis. Itu jelas tidak mencerminkan ajaran agama maupun tatanan hukum yang kita junjung tinggi,” ujarnya.

KH Hanief mengingatkan pentingnya merawat warisan para pendiri Kota Semarang, termasuk para ulama seperti Sunan Pandanaran. Ia juga menyinggung peran historis Masjid Kauman yang pernah lantang mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, tepat sebelum khotbah Salat Jumat.

“Jangan sia-siakan jasa para pejuang. Kita harus tegas menolak adu domba dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang bisa memecah belah persatuan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen membangun kota yang sejahtera, rukun, dan damai.

“Beberapa hari lalu terjadi demo besar-besaran. Karena itu, sore ini kita berkumpul untuk berdoa dan berikhtiar menjaga kedamaian Semarang. Mari jaga kota kita dengan tidak mudah termakan hoaks atau diadu domba oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Iswar mengajak masyarakat untuk tetap guyub, rukun, dan bersama-sama membangun Semarang menjadi kota yang aman, sejahtera, serta penuh persaudaraan.(HS)

Wali Kota Semarang Siap Kembangkan Wisata Pantai Mangunharjo

Perdana di Indonesia, Fakultas Syariah UIN Surakarta Gelar Kelas Penyelesaian