HALO SEMARANG – Polisi melakukan jemput bola, terkait dengan pengambilan data antemortem dari keluarga korban jatuhnya pesawat ATR 42-500.
Keluarga korban di luar Maros, Sulawesi Selatan, tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk memberikan data kepada tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Engga perlu karena tim akan mendatangi ke alamat keluarga korban,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Didik Supranoto, Senin (19/1/2026), seperti dirilis mediahub.polri.go.id.
Ia menerangkan, terkait data antemortem, keluarga korban juga bisa berkomunikasi dengan Kompol Abd Rahman di nomor 085388889928 atau dokter Asnani dengan nomor 0811469088.
Menurut Kabid Humas, untuk data antemortem di Polda Sulsel sudah ada yang dilakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban.
Ada juga yang langsung ke Posko DVI Polda Sulsel 1 orang dan berencana datang lagi hari ini.
“Tetapi pada prinsipnya tim DVI proaktif mendatangi keluarga korban di mana berdomisili dengan berkoordinasi dengan DVI Polda-Polda setempat,” kata dia.
Sementara itu bedasarkan puing-puing dan serpihan pesawat, pesawat ATR 42-500 diduga menabrak punggung Gunung Bulusaraung, di perbatasan Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
“Ada dugaan kuat pesawat menghantam bukit atau lereng,” ungkap Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, Minggu (18/1/2025).
Menurut dia, sesaat sebelum benturan terjadi, pilot diduga masih sempat melakukan upaya pengendalian.
Namun, kondisi cuaca buruk disinyalir membuat pesawat tidak berada dalam kendali penuh (full control).
”Pilot masih bisa melakukan kontrol, tapi tidak dalam kendali penuh,” jelasnya.
Meski demikian, dia menyatakan belum mau terburu-buru menyimpulkan penyebab pasti tragedi ini. (HS-08)