HALO KENDAL – SMK Negeri 1 Kendal terus mengembangkan industri kreatif melalui pembelajaran berbasis jurusan Broadcasting dan Perfilman. Upaya tersebut diperkuat lewat Talkshow Interaktif “Wirausaha Muda di Era Konten Digital”, di Aula Sekolah SMK Negeri 1 Kendal, Selasa (27/1/2026).
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kendal, Agus Maksum mengatakan, pembelajaran berbasis projek entrepreneur menjadi bagian penting dalam menyiapkan siswa menghadapi dunia kerja dan dunia usaha.
“Melalui unit produksi, siswa tidak hanya belajar membuat konten, tetapi juga belajar bertanggung jawab terhadap konsumen, kualitas layanan, dan manajemen kerja. Ini kami siapkan agar siswa siap terjun ke industri kreatif maupun berwirausaha setelah lulus,” ujarnya.
Agus Maksum menambahkan, kepercayaan dunia usaha terhadap kompetensi siswa ditunjukkan melalui kerja sama affiliate dengan Kaligrafi Syekh Puji. Dalam kerja sama tersebut, Unit Produksi Jurusan Broadcasting dan Perfilman dipercaya untuk memproduksi memasarkan produk melalui konten.
Kegiatan talkshow menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pendidikan, ekonomi kreatif, dan pelaku usaha. Talkshow ini menjadi ruang edukasi sekaligus inspirasi bagi siswa untuk memahami strategi wirausaha di era digital dan peluang bisnis berbasis konten.
“Melalui penguatan projek entrepreneur dan Unit Produksi Jurusan Broadcasting dan Perfilman, SMK Negeri 1 Kendal menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap berkompetisi di industri kreatif,” imbuh Agus Maksum.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT. Sinar Lendoh Terang (Silenter), DR HM Pujiono Cahyo Widianto (Syekh Puji) menyampaikan dukungannya agar siswa bisa terus berkarya dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan.
la juga memberikan motivasi kepada para siswa, jika nanti ada yang mau berkarya di bidang kaligrafi, pihaknya siap untuk memberikan pendampingan usaha. Selanjutnya bagi siswa yang mengikuti lomba konten kreator yang la laksanakan, dan menjadi juara 1 akan langsung direkrut dengan gaji pokok Rp. 5 juta/bulan plus tunjangan lainnya, sehingga bisa lebih dari 6 juta perbulannya.
Sementara, Wakil Ketua Komite Ekraf Provinsi Jawa Tengah, Bambang Supradono dalam kesempatan itu menyampaikan, era digital menjadi peluang bagi generasi muda untuk membangun bisnis melalui digital.
“Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi membuat konten kreatif, terutama dalam memasarkan produk usaha,” jelasnya.
Sedangkan Kasie SMK pada Cabdin Wilayah II Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Andang Fitriadi mengatakan, pihak pemerintah akan memberikan suport yang luar biasa kepada para siswa agar terus bisa berkarya.
“Era digital harus dimarıfaatkan dengan baik, karena menjadi peluang usaha bagi generasi muda yang kreatif, salah satunya untuk pemasaran produk. Tentunya pihak sekolah juga harus berperan aktif, sehingga para siswa nantinya bisa memiliki kreatifitas untuk berkembang lebih baik dalam menghadapi era digital,” harapnya.
Acara dilanjutkan dengan aksi pemasaran produk kaligrafi yang dilakukan oleh siswa SMK Negeri 1 Kendal, Lidya Febriananda melalui live di sosial media.
Sementara itu, salah satu siswa, Ardita mengakatakan, kegiatan talkshow interaktif sangat bermanfaat, dan menambah semangat dalam memanfaatkan konten untuk promosi produk yang dapat menghasilkan uang tambahan.
Dirinya juga menanggapi, terkait dengan lomba konten promosi produk kaligrafi menjelang bulan puasa. Menurutnya peluang hal itu sebagai peluang baik yang harus direspon positif, sehingga pihaknya akan ikut dalam lomba tersebut.
“Melalui jurusan ini, siswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis produksi audio visual, tetapi juga diperkenalkan dengan projek entrepreneur yang mendorong siswa mengubah kreativitas menjadi peluang usaha berbasis konten digital,” ungkap Ardita. (HS-06)