KESIBUKAN sebagai abdi negara atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini menjabat Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Semarang, tak membuatnya merasa puas dan berdiam diri. Namun, justru hal ini membuat Endang Sarwiningsih terus mendorong dirinya dan rekan-rekan di kantor untuk bisa mengembangkan diri mereka. Bahkan, dikatakan perempuan ramah ini, selain memotivasi diri sendiri, dirinya juga mendorong agar pegawainya di saat memiliki waktu luang bisa meningkatkan keterampilannya.
“Saya dari dulu itu dikenal usil dan gak pernah mau diem. Kadang-kadang saya kursus sendiri, pernah hanya kursus singkat bagaimana cara memotong rambut, lalu setelah saya menguasai cara memotong rambut itu, saya senang sebarkan ilmu atau cara motong kepada rekan-rekan lain di kantor atau lingkungan saya. Yuk, belajar motong rambut, lalu saya ajari mereka cara motong kayak gini,” katanya, Selasa (2/8/2022).
Tak hanya itu, perempuan kelahiran Klaten tanggal 16 September ini, juga memberikan kesempatan kepada rekan-rekan untuk meningkatkan keterampilan yang mendukung di tempatnya bekerja, baik sisi akademis maupun untuk mendukung di tempatnya bekerja saat ini. Seperti skill berlatih story telling yang mengasyikan dan disukai itu seperti apa.
“Bahkan saya mendatangkan praktisi atau orang yang ahli story telling untuk memberikan pengalamannya. Agar mereka bisa mempelajari cara mendongeng yang atraktif bisa menarik anak-anak untuk mengajak mengenalkan buku-buku sejak usia dini,” imbuhnya.
“Saya juga berkesempatan berkunjung ke rumah taman baca masyarakat, ternyata anak-anak haus membutuhkan sentuhan dinas. Tentunya itu butuh perhatian bersama-sama dari tingkat RT sampai dinas, untuk ikut serta membantu agar anak-anak generasi penerus bangsa lebih mencintai buku, karena sekarang ini anak-anak termanjakan oleh gudget,” sambung mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) ini.
Di samping menjadi orang nomor satu di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, dirinya kini juga tengah menyiapkan tugas disertasinya guna meraih gelar S3 di Unisulla Semarang.
“Di sini, saya juga meliterasi diri sendiri, Alhamdulillah sedang menyelesaikan program S3. Dalam disertasi saya mengambil tema terkait motivasi yang mendorong dari dalam diri karyawan sendiri melalui rasa ingin mengetahui cara-cara yang diridhoi Allah dalam menyelesaikan masalah terkait pekerjaan, sehingga bisa kompetitif dan berkesinambungan,” kata dia.
“Untuk ujian tertutup Disertasi saya baru-baru ini sudah dilaksanakan, tinggal ujian terbuka atau promosinya saja, semoga goalnya bisa bermanfaat bagi perpustakaan dan masyarakat luas,” terang perempuan yang saat ini tinggal di daerah Ngaliyan, Kota Semarang ini.
Dijelaskan Endang, diharapkan dengan selesainya disertasinya, bisa menambah khasanah penelitian terkait motivasi dalam rangka proses mencapai ridho Allah dalam menyelesaian masalah-masalah yang ada.
“Penelitian ini bisa diterapkan untuk sebagai motivasi PNS, karyawan yang haus mempelajari lebih banyak lagi ilmu, terutama ilmu yang positif guna menjadikan diri lebih baik. Harapannya dengan ingin tahu ilmu dan mempelajari hal yang baik, otomatis stateginya untuk dirindhoi Allah untuk menyelesaikan masalah juga dimilikinya,” paparnya.
Memang, menurut Endang, kadang meskipun usaha sudah maksimal untuk mencapai tujuan hidup yang baik dan sesuai keinginan yang dicita-citakan, namun belum Allah ridhoi. “Dan kita harus percaya qodo dan qodar, karena tak lepas yang menentukan itu adalah Allah,” jelasnya.
Endang juga mengatakan, penelitian disertasinya juga bisa memberikan masukan kepada pemerintah, terutana menyangkut pengambilan kebijakan seperti menetapkan dalam peraturan-peraturan. Misalnya PNS/pegawai diberikan kebijakan untuk bisa melaksanakan ibadah dengan memberikan waktu salat, lalu kegiatan Jumat berkah, dan pengajian.
“Kalau yang beragama Islam, ada ibadah umrah dan haji. Tentunya biar keseimbangan rohani dan karakter pegawai menjadi terbentuk menjadi lebih baik, loyal dan totalitas dalam bekerja,” pungkasnya.(HS)