in

Tak Hanya Pemuda, Lansia pun Antusias Daftar Pelatihan Kerja di Kota Pekalongan

Sejumlah petugas melayani proses daftar ulang calon peserta pelatihan yang akan dilaksanakan BLK Kota Pekalongan. (Foto : pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Pelatihan kerja yang digelar  UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker) Kota Pekalongan, ternyata mendapat sambutan antusias dari warga.

Kepala BLK Kota Pekalongan, Helmy Hendarsyah, Kamis (2/3/2023) mengatakan setelah pihaknya membuka pendaftaran secara online beberapa waktu lalu, jumlah pendaftar mencapai 300 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 178 orang kemudian mengumpulkan berkas, dan setelah diseleksi terpilih 48 orang yang kemudian mengikuti proses daftar ulang di kantor BLK.

Menurut Helmy, para pendaftar tersebut tak hanya dari kalangan pemuda, melainkan juga lanjut usia.

Banyak dari pendaftar, ingin mengikuti pelatihan pembuatan kue dan roti, meskipun ada pula yang berminat di bidang lain, seperti jahit menjahit dan konfeksi.

“Karena momen pelatihan ini dekat dengan hari raya Idul Fitri, jadi program pembuatan kue dan roti dapat minat tinggi. Mereka ingin setelah lulus bisa langsung praktik, dengan membuka peluang usaha menjelang Idul Fitri,” kata dia, seperti dirilis pekalongankota.go.id.

Salah satu peserta program pelatihan menjahit, Sri Murdini Rejeki (61), lansia dari Binagriya, Kecamatan Pekalongan Barat, mengatakan sangat berminat untuk mengikuti pelatihan yang didanai anggaran pendapatan dan belanjar daerah (APBD) Kota Pekalongan tersebut.

Dia mengaku senang, sebab di usia yang sudah tidak muda lagi, masih diterima dan diberi kesempatan untuk menggali ilmu menjahit yang disukainya sejak dulu.

Dia mengatakan pernah mengikuti kursus menjahit dan kemudian mengerjakan pesanan membuat busana warga dan seragam.

“Memang saya belum berani terima pesanan dari luar. Setelah pelatihan mudah-mudahan bisa menerima jahitan modiste, untuk menambah penghasilan dan mengisi waktu setelah pensiun ini,” kata dia.

Sementara itu, peserta lain program pembuatan roti dan kue, Evita Emala Dewi (23) dari Landungsari, Kecamatan Pekalongan Timur, mengatakan dia baru lulus dari perguruan tinggi dan belum memiliki pekerjaan.

Maka dari itu, dengan pelatihan ini, dia merasa terbantu untuk menggembangkan kemampuan yang juga menjadi hobinya selama ini.

Menurutnya, untuk memulai usaha kue, tidak hanya dibutuhkan modal materiil saja, namun yang lebih penting adalah kemampuan pembuatan kue yang mumpuni.

“Kalau jualan kue, mungkin modal bisa pinjam dari orang tua. Tetapi skill harus memadai, mungkin menurut saya kue buatan saya enak, menurut konsumen gak enak, jadi harus benar-benar ahli dulu, tidak hanya tahu jenis roti, tetapi juga prosesnya seperti apa,” kata dia. (HS-08)

TPA Randukuning Overload dan Kritis, DLH Batang Minta Ekskavator untuk Menata

Tempati Kantor Cabang Baru, WOM Finance Semarang Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Inovasi kepada Masyarakat