in

Sukses Laksanakan P4GN, Lapas Garut Jadi Pelopor Lapas Bersih Narkoba

Penyerahan Piagam Lapas Bersinar dan pengukuhan Satuan Tugas (Satgas) P4GN kepada Kepala Lapas Garut Jawa Barat, Rusdedy, Senin (25/11/2024).

HALO GARUT – Sebagai bentuk komitmen dan wujud nyata dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Lapas Garut, Jawa Barat menggelar acara penutupan Program Rehabilitasi Sosial Penggunaan Narkoba, Senin (25/11/2024).

Acara sekaligus penyerahan Piagam Lapas Bersinar dan pengukuhan Satuan Tugas (Satgas) P4GN. Langkah tersebut diambil, dalam upaya mendukung optimalisasi keamanan dan mewujudkan Jajaran Pemasyarakatan di Jawa Barat sebagai Pioneer Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Turut hadir dalam acara tersebut, Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat, Masjuno, Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin, Perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat, Anas Saefudin, Perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut, Forkopimda Garut, Kepala UPT Pemasyarakatan se-Jawa Barat dan beberapa kepala SKPD Garut.

Kepala Lapas Garut, Rusdedy dalam rilisnya mengatakan, program rehabilitasi sosial yang dilaksanakan di Lapas Garut melibatkan sekitar 70 peserta.

“Mereka telah menjalani berbagai asesmen dan skrining yang melibatkan tim dari Badan Narkotika Nasional atau BNN untuk menentukan tingkat ketergantungan narkoba para peserta. Hasil dari skrining ini kemudian menjadi dasar bagi pihak lapas untuk memberikan penanganan rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu,” ujarnya.

Rusdedy menegaskan, dalam kaitan upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pihaknya telah membentuk satgas P4GN, Satgas Patroli dan Satgas Taliban untuk mengawasi lalu lintas barang dan orang yang keluar masuk Lapas.

“Semua upaya ini didukung transparansi melalui kerja sama dengan Aparat Penegak Hukum atau APH lain,” tandasnya.

Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin dalam sambutannya menyampaikan, untuk memberantas narkoba harus bersama bahu membahu dan tidak bisa dilakukan bagian per bagian.

Begitupun dengan program rehabilitasi, perlu keseriusan dari berbagai pihak terkait termasuk masyarakat, karena rehabilitasi adalah merubah mindset seorang pecandu narkoba.

“Jadi bukan hal yang mudah untuk merehabilitasi seseorang tanpa adanya kebersamaan pemerintah daerah dan stakeholder, selain itu P4GN ini harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Pj Bupati Garut.

Sementara Perwakilan BNNP Jawa Barat, Anas Saefudin menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kemenkumham khususnya Lapas Garut atas dedikasinya telah melaksanakan P4GN melalui pelaksanaan program rehabilitasi bagi pecandu narkoba di dalam Lapas dan Rutan.

Senada disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jabar, Masjuno, yang dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan yang digelar luar biasa tersebut, bisa menjadi contoh bagi wilayah-wilayah yang lain.

“Kita harus bersiap dengan alternatif-alternatif pembinaan bagi pelanggar hukum. Kita harus mulai memanfaatkan sumber daya WBP untuk berbuat positif, merubah mindset mereka untuk bisa hidup menjadi lebih baik dengan berbagai skill yang dimiliki. Kapal tidak dibuat untuk disandarkan, tapi dipakai untuk mengarungi lautan. Untuk itu, Sinergitas yang sudah terjalin sampai saat ini untuk bisa ditingkatkan di masa mendatang,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama PJ Bupati Garut melakukan Pengukuhan P4GN Tahun 2025 di Lingkungan Lapas Garut yang terdiri dari berbagai instansi serta Aparat Penegak Hukum di wilayah Kabupaten Garut.

Atas keberhasilan tersebut, rencananya tahun depan di Lapas Garut juga akan dilaksanakan program rehabilitasi medis untuk para pengguna narkoba yang merupakan program prioritas nasional. (HS-06)

 

Pastikan Hak Pemilih Pemula, Bawaslu Kota Semarang Dorong Percepatan Perekaman e -KTP

Ribuan Barang Bukti Tindak Pidana Umum Dimusnahkan Kejari Kendal