HALO KENDAL — Dentuman sound system semi horeg berpadu dengan joget warga mengiringi kemeriahan Kirab Budaya Nusantara di Desa Pidodowetan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Sabtu (29/8/2026).
Puluhan kontingen berjalan menyusuri jalan desa dengan membawa beragam kreativitas. Di antara rombongan, sejumlah sound system semi horeg turut diarak, membuat suasana kirab semakin semarak. Warga yang berada di sepanjang rute pun tak sedikit yang ikut berjoget mengikuti irama musik.
Kemeriahan tak hanya datang dari suara musik. Berbagai busana dengan ornamen kreatif juga ditampilkan warga dari sejumlah lembaga, RT dan RW, hingga perangkat desa.
Mulai anak-anak hingga orang tua tampil dengan kostum dan kreasi masing-masing. Ada yang berjoget bersama, membawa atribut budaya, hingga tampil dengan marching band.
Sepanjang perjalanan, warga tampak antusias menyaksikan rombongan kirab yang melintas. Suasana semakin meriah ketika para peserta tiba di depan Kantor Balai Desa Pidodowetan.
Setelah menyelesaikan rute kirab, setiap kontingen mendapat kesempatan unjuk kebolehan di hadapan dewan juri yang berada di panggung.
Dewan juri terdiri atas kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur keamanan. Penampilan peserta menjadi salah satu penentu penilaian dalam kegiatan tersebut.
Kepala Desa Pidodowetan, Siti Mudrikah, mengatakan Kirab Budaya Nusantara merupakan kegiatan rutin yang digelar masyarakat setiap peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, tahun ini terdapat sekitar 50 kontingen yang ikut berpartisipasi. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat, meskipun jumlah peserta disebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Karnaval memperingati Hari Kemerdekaan ini mengambil tema Kirab Budaya Nusantara. Diikuti Linmas, kader kesehatan, Tim Penggerak PKK, Muslimat NU, sekolah, seluruh lembaga RT maupun RW, serta perangkat desa, dengan total sekitar 50 kontingen,” kata Siti kepada awak media.
Ia berharap kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Pidodowetan dapat semakin meriah pada tahun-tahun mendatang.
“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, tahun ini memang masih kurang meriah. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih meriah lagi,” ujarnya.
Siti menjelaskan, Kirab Budaya Nusantara merupakan salah satu bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Pidodowetan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara bendera yang dilaksanakan di pondok pesantren (ponpes) setempat. Upacara tersebut diikuti unsur ponpes, sekolah, serta lembaga RT dan RW.
Berbagai kegiatan hiburan juga disiapkan untuk masyarakat.
“Kemudian tadi malam ada lomba karaoke, terus nanti malam ada pentas seni. Seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir kita bagikan kupon doorprize,” jelasnya.
Hadiah yang disiapkan cukup beragam, mulai dari sepeda listrik, dua unit kulkas, satu mesin cuci, dan berbagai hadiah lainnya.
Kemeriahan kirab juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang warga Desa Pidodowetan, Dian, mengaku senang dapat menyaksikan berbagai kreativitas warga dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, Kirab Budaya Nusantara menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menjaga budaya lokal dan nasional.
“Ini bagus banget. Kegiatan Kirab Budaya Nusantara bisa diikuti masyarakat dengan kompak. Ini bisa melestarikan, sekaligus sebagai nguri-nguri budaya asli Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan kirab pada tahun berikutnya dapat semakin semarak. Selain jumlah kontingen yang bertambah, kreativitas peserta juga diharapkan semakin beragam.
“Semoga ke depan pesertanya lebih banyak dan kreativitas yang ditampilkan juga semakin bervariasi,” kata Dian.
Di tengah dentuman musik, warna-warni kostum, dan semangat warga yang memenuhi jalan desa, Kirab Budaya Nusantara Pidodowetan menjadi gambaran sederhana bagaimana perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung mewah.
Cukup dengan kreativitas, kebersamaan, dan kemauan untuk turun ke jalan bersama, halaman desa pun bisa berubah menjadi panggung budaya bagi seluruh warga.(HS)

