in

Jlantah Fair 2026 di Karanganyar, Hidupkan Waduk Jlantah Lewat Seni, Kuliner, dan Gotong Royong Warga

Pentas seni dalam Jlantah Fair 2026 di kawasan Waduk Jlantah, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. (Foto : karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Waduk Jlantah, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, tak hanya menawarkan panorama alam.

Kawasan ini mulai dihidupkan sebagai ruang publik, yang mempertemukan masyarakat di bidang seni, kuliner, dan industri kreatif, dalam Jlantah Fair 2026, baru-baru ini.

Dalam penyelenggaraan baru-baru ini, ribuan warga memadati kawasan helipad Waduk Jlantah, untuk menyaksikan pentas ketoprak dengan lakon “Adeging Kutho Karanganyar”.

Kehadiran bintang tamu Cak Yudho, turut menambah semarak pertunjukan, yang tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi media mengenalkan sejarah dan budaya daerah.

Jlantah Fair 2026 berawal dari inisiatif para seniman Jatiyoso, yang ingin menghadirkan kegiatan bagi masyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi wilayahnya.

Gagasan tersebut kemudian berkembang melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Jatiyoso dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar H Rober Christanto, mengapresiasi inisiatif masyarakat yang menurutnya menjadi contoh bahwa pengembangan potensi daerah dapat dimulai dari bawah.

“Saya sangat mengapresiasi kreativitas para seniman dan masyarakat Jatiyoso. Jlantah Fair ini lahir dari masyarakat, kemudian pemerintah hadir untuk mendukung dan mengembangkannya. Inilah gotong royong yang harus terus kita jaga,” ujar Bupati Rober, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.

Menurutnya, Waduk Jlantah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang berbagai aktivitas, tidak hanya wisata alam, tetapi juga seni budaya, olahraga, kuliner, dan ekonomi kreatif.

“Waduk Jlantah ini potensi besar yang kita miliki. Mari kita hidupkan dengan kegiatan-kegiatan kreatif dan menarik. Semakin banyak kegiatan di sini, semakin banyak masyarakat luar daerah yang mengenal dan datang ke Jatiyoso,” katanya.

Bupati juga mengajak masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan tersebut, terutama melalui kebersihan, kenyamanan, keindahan, serta promosi secara bersama-sama.

“Saya titip Waduk Jlantah ini kepada masyarakat. Mari kita jaga, kita rawat, dan kita promosikan bersama. Kalau masyarakat kompak dan mau bergerak, saya yakin Waduk Jlantah akan semakin dikenal, bukan hanya di Karanganyar dan Jawa Tengah, tetapi juga secara nasional, bahkan internasional,” tegasnya.

Semangat kebersamaan juga terlihat dari dukungan berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Forum BUMD Karanganyar memberikan dukungan senilai Rp12,5 juta untuk pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Paguyuban Keluarga Pedagang Bakso Nusantara (KPBN) Korwil Karanganyar, turut mengambil bagian dengan menyediakan 4.000 porsi bakso gratis bagi masyarakat.

Kehadiran kuliner gratis tersebut menambah semarak sekaligus memperkuat suasana kebersamaan dalam gelaran Jlantah Fair.

Bagi masyarakat Jatiyoso, Jlantah Fair bukan sekadar pertunjukan seni. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa potensi wisata dapat tumbuh ketika masyarakat berinisiatif, pemerintah mendukung, dan berbagai pihak bergerak bersama.

Jlantah Fair 2026 pun menjadi langkah awal untuk menjadikan Waduk Jlantah sebagai ruang yang terus hidup melalui berbagai kegiatan.

Harapannya, kegiatan serupa dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin kuat dan mampu menarik lebih banyak kunjungan dari luar daerah.

Dari Jatiyoso, geliat menghidupkan Waduk Jlantah terus dimulai. Bukan hanya dengan membangun destinasi, tetapi dengan menggerakkan masyarakat, menghidupkan kreativitas, dan merawat potensi bersama. (HS-08)

 

 

 

Pemkab Blora Kirim Bantuan Logistik Rp77 Juta untuk Korban Gempa NTT

Buka Webinar Kesehatan Jiwa ASN, Staf Ahli Bupati Karanganyar Tekankan Pentingnya Kebahagian