HALO KENDAL – Tanggal 21 April selalu menjadi momentum refleksi atas perjuangan RA Kartini. Namun bagi Sisca Meritania, semangat Kartini bukan sekadar kebaya atau seremonial, melainkan kerja nyata di tengah deru alat berat dan tumpukan Rencana Kerja Anggaran (RKA).
Sebagai Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kendal, Sisca adalah sosok “Srikandi” yang mendobrak stigma. Jika dulu Kartini berjuang melalui literasi, Sisca berjuang melalui kebijakan infrastruktur—memastikan setiap jengkal jalan dan drainase di Kendal dibangun untuk kesejahteraan rakyat.
Ia mengaku, memimpin komisi yang membidangi pembangunan, tata ruang, hingga perhubungan bukanlah perkara mudah. Namun, latar belakangnya sebagai Sarjana Hukum (SH) menjadi senjata utama.
Sisca juga dikenal sangat rigid dalam membedah anggaran bersama mitra kerja seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Panataan Ruang (DPUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub) serta Bagian Administrasi Pembangunan di Kabupaten Kendal.
“Politik anggaran harus memiliki landasan legalitas yang kuat dan keberpihakan pada rakyat. Kita tidak hanya membangun fisik, tapi membangun masa depan yang fungsional bagi masyarakat Kabupaten Kendal,” tegas kader potensial Partai Gerindra tersebut, Selasa (21/4/2026).
Jiwa kepemimpinan Sisca tidak hanya teruji di kursi parlemen. Ia juga dikenal sebagai figur yang bergerak di berbagai lini strategis dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Di bidang Ketahanan Pangan, Sisca menjabat sebagai Ketua Pembina DPD Seknas Genta Pangan Mandiri Kendal, yang sadar betul bahwa infrastruktur jalan yang baik adalah kunci distribusi hasil tani yang lancar.
Di bidang sosial, ia beberapa waktu lalu memberikan bantuan puluhan truk tanah uruk, untuk mengatasi banjir di wilayah Desa Wonosari dan Kartikajaya Kecamatan Patebon.
Dengan keberanian berorganisasi, perannya sebagai Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Kendal membuktikan ketegasannya dalam memimpin organisasi massa, menunjukkan sisi keberanian yang melampaui stereotip gender.
Sisca juga aktif memberikan pembinaan Pemuda, melalui mandat sebagai Ketua Umum IBCA-MMA (Indonesia Beladiri Campuran Amatir – Mixed Martial Arts) Kendal. Di sana ia memberikan ruang bagi anak muda untuk berprestasi di jalur olahraga bela diri, menjauhkan mereka dari kegiatan negatif.
Sisca menepis anggapan, bahwa pejabat hanya bisa duduk di balik meja. Dari meninjau kualitas aspal di pelosok desa hingga memastikan proyek jembatan berjalan tepat waktu, ia kerap terlihat turun langsung ke lapangan.
Sikapnya tegas terhadap pelaksana proyek yang nakal, namun tetap persuasif saat menyerap aspirasi warga yang mengeluhkan banjir atau minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU). Bagi Sisca, menjadi pemimpin perempuan di bidang “teknis” adalah sebuah pembuktian.
Di Hari Kartini ini, dirinya menyampaikan pesan kuat bahwa perempuan memiliki ketelitian yang lebih mendalam dalam mengawal isu-isu pembangunan.
“Kartini masa kini adalah perempuan yang berani mengambil tanggung jawab di sektor mana pun. Di Komisi C, saya ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan juga ramah terhadap keluarga, perempuan, dan anak-anak,” ungkap Sisca.
Dengan sinergi antara posisinya di legislatif, peran aktifnya di Partai Gerindra, serta jejaring organisasinya, Sisca Meritania optimis bahwa Kendal bisa menjadi kabupaten yang mandiri secara infrastruktur dan kuat secara ekonomi.(HS)


