in

Sikapi Naiknya Harga Gula, Hendi Minta Pemerintah Pusat Tambah Cadangan Gula di Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi didampingi Wakil Wali Kota, Hevearita G Rahayu dan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim saat memberikan bantuan sembako untuk masyarakat usai jalan sehat di di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Semarang, Selasa (10/3/2020).

 

HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akan meminta pemerintah pusat untuk menambah pasokan gula di Kota Semarang. Hal ini untuk mengantisipasi persoalan kelangkaan gula pasir yang membuat harganya terus naik.

“Kasus naiknya harga gula pasir di masyarakat, tak ada kaitannya dengan kasus corona. Itu karena memang stok gula pasir menipis, dan harga di pasaran jadi naik. Namun kami telah meminta pemerintah pusat untuk mengedrop gula pasir di Kota Semarang,” katanya saat jalan sehat bersama Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim dan masyarakat di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Semarang, Selasa (10/3/2020).

Pihaknya juga berharap kepada masyarakat agar tak berlebihan dalam membeli kebutuhan pokok, khususnya gula pasir di tengah isu kenaikan harga.

“Kami telah berkoordinasi dengan dinas terkait agar mengantisipasi persoalan kenaikan harga gula ini,” katanya.

Sebelumnya, Kabid Pengembangan Perdagangan dan Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang, Sugeng Dilianto mengatakan, secara umum ketersediaan gula di setiap pasar di Kota Semarang masih ada. Hanya saja, memang harga dari distrubutor sudah naik Rp 15-16 ribu. Sehingga harga di pasaran bisa mencapai Rp 17 ribu.

Kenaikan harga gula disebabkan lantaran faktor cuaca tidak menentu, sehingga bahan baku gula berupa tebu masih belum bisa dipanen. Masa giling masih menunggu hingga akhir Mei 2020. Sedangkan impor masih dalam proses administrasi di tingkat Pemerintah Pusat.

Mengantisipasi kenaikan harga gula, pihaknya koordinasi dengan pihak Disperindag Provinsi Jawa Tengah. Kemudian, Disperindag melanjutkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat.

“Langkah pemerintah masih menunggu importasi raw sugar yang saat ini masih proses di importir. Diharapkan sebelum lebaran harga sudah normal karena pabrik gula bersedia memproduksi dengan bahan baku raw sugar,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, langkah lain dari Pemerintah adalah menerbitkan Permendag Nomor 14 Tahun 2000 tentang Ketentuan Impor Gula yg diundangkan 18 Februari 2020 yang berlaku 30 hari. Kemudian, regulasi baru tersebut membolehkan swasta ikut mengimpor gula untuk stabilisasi harga di tingkat konsumen. Hal ini diharapkan dapat membuat harga gula kembali normal.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim meminta Dinas Perdagangan Kota Semarang segera mengantisipasi sekaligus menyikapi kenaikan harga beberapa bahan pokok di Kota Semarang.

Satu di antaranya harga gula pasir yang terus merangkak hingga kisaran Rp 17 ribu per kilogram.

“Jika tidak diantisipasi tidak menutup kemungkinan harga akan terus naik dan diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok lain,” tutur Mualim, Senin (9/3/2020).

Lebih lanjut, Mualim menambahkan, saat ini sudah mendekati bulan puasa dan lebaran. Apabila kenaikan bahan pokok tidak segera dikendalikan, dapat menyebabkan persoalan ketidakstabilan ekonomi. Apalagi jika sampai terjadi panic buying lantaran isu virus corona masih terus beredar.

“Biasanya awal Ramadan dan jelang Idul Fitri juga ada kenaikan harga kebutuhan barang pokok. Kalau saat ini sudah mulai naik, kasihan masyarakat karena awal Ramadan nanti berpotensi akan ada kenaikan harga lagi,” ujarnya.(HS)

Ditanya Strategi Hadapi Arema di Kandang, Ini Kata Pelatih PSIS

Bertemu Ganjar Pranowo, Warga Karimunjawa Minta Ambulance Laut