in

Seluruh Eks PNPM MPd di Kebumen Bertranformasi Jadi Bumdesma, Ini yang Didapat Bupati

Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar menyerahkan penghargaan kepada Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, dalam Peringatan Hari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di Desa Teluk Bakau, Gunung Kijang, Provinsi Kepulauan Riau, belum lama ini. (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Semua pengelola Dana Bergulir Masyarakat eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) di Kebumen, saat ini telah bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma).

Keberhasilan transformasi eks PNPM MPd menjadi Bumdesma di Kebumen tersebut, disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto, terkait penghargaan ‘Bakti Ekonomi Desa’ yang diterima Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Menurut Cokro Aminoto, saat ini jumlah Bumdesma di wilayahnya ada sebanyak 26, dan tersebar di semua kecamatan.

“Sekarang, dari 26 Bumdesma yang ada, sudah bertransformasi. Jadi memang sudah 100 persen,” kata dia, seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Cokro juga mengatakan telah dibentuk Bumdesma kawasan, seperti Bumdesma Batik, Anyaman Pandan, peternakan sapi PO, dan juga Bumdesma Wisata Pantai.

“Saya kira Bumdesma di Kebumen sudah lengkap, tinggal terus kita tingkatkan untuk menambah kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Sebelumnya, Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto menerima penghargaan ‘Bakti Ekonomi Desa’ dari Kemendes PDTT.

Penghargaan diserahkan Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, dalam Peringatan Hari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di Desa Teluk Bakau, Gunung Kijang, Provinsi Kepulauan Riau, belum lama ini.

Di Jawa Tengah tedapat empat kabupaten, yang menerima penghargaan tersebut, di mana salah satunya Kebumen.

Bupati Kebumen mengatakan, penghargaan ini diraih atas capaian 100 persen transformasi pengelola dana bergulir masyarakat eks PNPM MPd, menjadi Bumdesma di Kebumen.

“Penghargaan itu menjadi bukti komitmen Pemkab Kebumen, dalam mendorong Bumdesma menjadi penggerak perekonomian di desa. Untuk ke depannya, Bumdesma tentu harus lebih profesional dalam menjalankan usahanya. Sehingga, manfaatnya lebih luas bagi masyarakat,” kata Bupati Arif, dalam keterangan resminya, belum lama ini.

Ia menegaskan penghargaan tersebut menambah deretan prestasi Kabupaten Kebumen, dalam membangun daerahnya.

“Prestasi ini, tidak lepas dari kerja sama yang baik, antara pemerintah dan masyarakat kampung, serta pendamping desa hingga pengelola Bumdesma,” katanya.

“Ini prestasi semua yang selama ini telah bersama sama membangun dan memajukan desa. Hasilnya, mendapatkan apresiasi dari menteri. Dan kita patut berbangga,” tambahnya.

Salah satu terobosan dari Bupati, dalam memajukan desa dan Bumdesma, adalah  pihaknya mengizinkan Bumdes untuk bekerja sama dengan pemerintah, dalam mengelola aset daerah.

Misalnya pariwisata, pengelolaan parkir, tata usaha, dan bentuk kerja sama lain.

“Kita sudah membangun kerja sama dengan Bumdesma, di mana Bumdesma boleh ikut lelang untuk penggarapan aset Pemda. Misalnya dalam hal pengelolaan parkir, atau tempat wisata, itu boleh dikelola bersama dengan Bumdesma, dengan sistem bagi hasil, karena Bumdesma sudah punya legalitas hukumnya,” kata Bupati.

Bupati penghargaan yang diterima ini menjadi pemicu semangat untuk terus bergerak bersama bergandengan tangan membangun desa dan terus memberikan dampak yang positif kepada masyarakat Kabupaten Kebumen. (HS-08)

Pengurus Karang Taruna Pati Dikukuhkan, Ini Kata Pj Bupati

Mahasiswa KKN-PPM UGM Pamit, Pj Bupati Banjarnegara : Jangan Lupakan Dieng