in

Selidiki Kasus Sekeluarga Keracunan di Bekasi, Polisi Cari Suami Korban

 

HALO SEMARANG – Polri masih menyelidiki kasus lima orang dalam satu keluarga di Bekasi, yang mengalami keracunan, hingga tiga di antaranya meninggal.

Polisi pun saat ini mencari suami korban, untuk dimintai keterangan atas kasus tersebut.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes. Pol Hengki mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya tetangga sekitar, pemilik warung, hingga mantan suami dari salah satu korban.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan saksi. Ada tujuh orang, baik yang tinggal di sekitar rumah (korban), pemilik kontrakan, maupun pemilik warung,” kata Hengki, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Pihaknya juga masih menunggu hasil dari pemeriksaan laboratorium, terkait temuan benda-benda di rumah korban. Dua keterangan itu nantinya akan memperkuat Polisi dalam menentukan ada tidaknya tindak pidana atas peristiwa ini.

“Intinya Satreskrim sedang melakukan pendalaman untuk menentukan apakah peristiwa ini merupakan tindak pidana atau bukan. Kita tunggu. Mudah-mudahan dalam seminggu ini cepat selesai,” kata dia.

Menurut, Kapolres Metro Bekasi Kota, pemeriksaan laboratorium atas temuan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) akan rampung dalam waktu sepekan. Dia memastikan memberikan informasi terkait kasus ini.

Seperti diketahui, lima orang dalam satu keluarga di Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, diduga keracunan dan tiga di antaranya meninggal. Korban meninggal adalah perempuan berinisial AM, beserta dua anaknya, yaitu RA dan MR.

Polisi saat ini masih mencari keberadaan suami dari korban AM, yang saat kejadian tidak berada di lokasi.

“Tidak ada di tempat kejadian dan masih kita akan lakukan pemanggilan dan pemeriksaan. Kita akan hubungi, kita akan cari,” kata Hengki.

Polisi belum mengetahui keberadaan pelaku. Saat penemuan sekeluarga keracunan itu, sang suami juga tidak ada di rumah tersebut.

“Karena sampai sekarang Kasat Reskrim belum ada data keberadaan yang bersangkutan ada di mana, karena waktu saat kejadian tidak ada di tempat,” tutur dia. (HS-08)

Umat Buddha Bantu Perbaikan Rumah Korban Bencana Cianjur

Antisipasi Terorisme, Polres Wonosobo Sebar Anggota Lakukan Patroli di Gereja